INFOGRESIK – Kecelakaan maut yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Raya Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Sabtu (28/2/2026) sore.
Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas ban truk gandeng.
Korban diketahui bernama Aditya Ananda Saputra (20), mahasiswa asal Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. Ia mengembuskan napas terakhir akibat luka parah setelah tubuhnya masuk ke kolong truk.
Kasi Humas Polres Gresik, Iptu Hepi Muslih Riza, menjelaskan insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Supra X nomor polisi W 2584 CI dari arah timur menuju barat.
Baca juga: Ngeri! Akibat Kabel Menjuntai, Kontainer di Manyar Gresik Terlepas dan Timpa Pengendara Motor
“Setibanya di lokasi, tepatnya di depan Indomaret Samirplapan, korban berusaha mendahului truk gandeng Hino (AG 8715 UF) yang dikemudikan Dimas Ahmad Mustofa,” ujarnya.
Namun saat korban berpindah ke lajur selatan untuk menyalip, muncul truk box milik PT Jaya Sentosa Transport dari arah belakang di lajur yang sama. Diduga karena ruang yang sempit, sepeda motor korban tersenggol hingga terjatuh ke arah kanan.
Korban Terlindas, Motor Terbakar
Akibat senggolan tersebut, tubuh korban terpental dan masuk ke bawah kolong bak gandengan truk Hino. Korban langsung terlindas dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sepeda motor korban juga sempat mengeluarkan api dan terbakar di lokasi.
Baca juga: Tabrakan Dua Motor di Rel Kereta Api Cerme, Korban Alami Luka di Kepala
“Petugas bersama tim medis dari Puskesmas Duduksampeyan segera mengevakuasi korban menggunakan mobil jenazah ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi, yakni Agus, Ilham, dan Johan. Kasus ini kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Gresik untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri identitas pengemudi truk box yang terlibat.
Sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas saat proses evakuasi. Namun, jalur utama Gresik–Lamongan kembali lancar pada Sabtu petang. Kerugian material akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp10.000.000.
