INFOGRESIK – Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Ainul Yaqin, menyoroti kondisi keamanan lalu lintas di Jembatan Manyar yang dinilai membahayakan pengendara.
Pria asal Manyarejo, Kecamatan Manyar ini mendesak instansi terkait untuk segera menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) serta mempercepat penuntasan infrastruktur di kawasan tersebut.
Kekhawatiran ini muncul seiring dibongkarnya Jembatan Manyar lama, yang menyebabkan seluruh arus lalu lintas kini dialihkan ke jembatan baru. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya penerangan di malam hari yang meningkatkan risiko kecelakaan.
“Kondisi di lapangan saat ini sangat rawan. Jembatan lama sedang dibongkar dan semua kendaraan bertumpu pada jembatan baru, namun lampu penerangannya sangat minim. Sebagai putra daerah Manyar, saya menerima banyak keluhan dari warga dan pengguna jalan,” ujar pria yang akrab disapa Kaji Ain tersebut, Jumat (3/4/2026).
Baca juga: Jembatan Manyar Lama Gresik Dibongkar Besok, Target Rampung Agustus 2026
Selain masalah penerangan, Kaji Ain juga menyoroti proyek pelebaran jalan di sisi utara jembatan yang hingga kini belum tuntas. Hal ini memaksa kendaraan, terutama kendaraan besar dari arah Surabaya menuju Tuban maupun sebaliknya, melakukan manuver tikungan tajam yang berbahaya.
“Belum selesainya pelebaran jalan di sisi utara membuat kendaraan harus menikung tajam. Di titik tersebut sangat krusial, apalagi jika penerangan tidak memadai, pengendara bisa terperosok atau bersenggolan karena penyempitan jalur yang mendadak,” tambah legislator Komisi II tersebut.
Kaji Ain menegaskan bahwa Jembatan Manyar merupakan urat nadi logistik nasional yang sangat padat. Oleh karena itu, ia meminta pihak terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat (BBPJN), untuk tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut.
“Keselamatan warga tidak bisa ditawar. Kami meminta ada langkah darurat, setidaknya pemasangan lampu tambahan dan rambu peringatan yang jelas di titik tikungan tajam tersebut sebelum jatuh korban jiwa,” tegasnya.
Situasi di Jembatan Manyar saat ini terpantau padat, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan karyawan industri, mengingat wilayah tersebut merupakan kawasan industri aktif di Kabupaten Gresik.
Baca juga: Masuki Tahap Uji Coba, Jembatan Baru Manyar Mulai Dibuka Terbatas pada Siang Hari
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Yudi Dwi Prasetya, membenarkan bahwa lampu di jembatan memang belum terpasang.
“Kami akan koordinasikan dengan tim lapangan untuk pasang lampu jembatan,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, BBPJN akan membongkar Jembatan Manyar lama (Jembatan No. 10B) dan membangun kembali jembatan tersebut dengan target penyelesaian pada akhir Agustus 2026.
