INFOGRESIK – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali menargetkan proyek duplikasi Jembatan Manyar (Jembatan No. 10B) di Kabupaten Gresik akan beroperasi penuh pada Januari 2026 mendatang.
Saat ini, jembatan sepanjang 80 meter tersebut telah memasuki tahap uji coba dan sosialisasi kepada pengguna jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 Jatim, Yudi Dwi Prasetya, menjelaskan bahwa meskipun konstruksi jembatan baru telah selesai, skema pembukaan jalur masih dilakukan secara terbatas.
“Iya (masih uji coba, red), sekalian sosialisasi ke pengguna jalan jika nanti beralih ke Jembatan Baru,” kata Yudi, Senin (22/12/2025).
Proyek pembangunan jembatan kembar ini menelan anggaran sebesar Rp27,819 miliar. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan nasional di wilayah Manyar yang selama ini menjadi titik krusial di jalur Pantura Jawa Timur.
Baca juga: Sering Picu Kecelakaan, Perbaikan Jalan Raya Manyar Gresik Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Selain untuk mengurai kemacetan, keberadaan Jembatan Manyar No. 10B ini diproyeksikan untuk mendukung kelancaran arus logistik menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate).
Dengan adanya duplikasi jembatan, diharapkan akses distribusi barang dari dan menuju kawasan industri tersebut menjadi lebih efisien.
“Biasanya jembatan dibuka pada siang hari, sementara pada malam hari dilakukan penutupan,” ungkapnya.
Pihak BBPJN berharap masa uji coba ini dapat memberikan gambaran bagi pengendara terkait peralihan arus lalu lintas sebelum nantinya jembatan benar-benar diresmikan dan dibuka total bagi publik pada awal tahun depan.
