INFOGRESIK – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Rabu (28/1/2026), untuk memberikan pesan penting terkait ketahanan pangan kepada para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Zulhas ini menekankan bahwa pemahaman mengenai sektor pangan harus ditanamkan sejak bangku sekolah.
“Jadi siswa-siswi harus tahu ketahanan pangan,” tegas Zulhas di hadapan para siswa.
Dalam dialog interaktif, Zulhas memanggil tiga siswa ke depan untuk berdiskusi mengenai persoalan pangan nasional, mulai dari kenaikan harga hingga disparitas harga. Ia menjelaskan bahwa perbedaan harga di tingkat petani dan pasar sering kali dipengaruhi oleh rantai logistik.
Baca juga: Di Unmuh Gresik, Menko Pangan Zulhas Dorong Kampus Perkuat Riset untuk Swasembada Pangan
“Hal itu karena ada ongkos distribusi, sehingga harga dari petani beda dengan yang dijual di pasar,” jelasnya.
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan bahwa ketahanan pangan telah menjadi prioritas di tingkat provinsi. Pemerintah daerah berupaya mengajarkan siswa untuk menghargai jerih payah petani melalui kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler.
“Telah kami canangkan pada 25 Januari 2025. Siswa ditekankan menyadari, kita sebetulnya ingin semua, kita tentukan nanti pelajaran, nanti ekstrakurikuler kita kenalkan semua untuk keterampilan ketahanan pangan,” kata Adhy.
Menindaklanjuti program tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, meluncurkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program ini bertujuan memperkuat pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah.
Baca juga: Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Relawan Zulhas Siap Kawal Ketahanan Pangan di Gresik
“Sekolah yang memiliki lahan nanti bisa untuk ketahanan pangan. Kemarin kami canangkan di SMA Kebomas,” ungkap Eko.
Ia menambahkan, meskipun Gresik merupakan daerah industri, sekolah-sekolah tetap berkomitmen menyukseskan program swasembada pangan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kebomas, Komari, menyambut positif inisiatif tersebut. Sebagai langkah nyata, pihak sekolah telah memulai praktik budidaya tanaman sebagai bagian dari edukasi pangan bagi siswa.
“Ketahanan pangan, kemarin di sini juga ada penanaman bibit bersama dan serentak se-Jatim. Untuk ketahanan pangan di sini seperti anggur,” ucapnya.
