Gunakan Ekskavator, 22 Warung di Manyar Akhirnya Dibongkar

oleh Khanif Rosidin
Proses pembongkaran warung di sepanjang jalan Manyar Gresik. (Foto: Khanif Rosidin)

INFOGRESIK – Sebanyak 22 warung dan kios di sepanjang jalan Manyar dibongkar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di bantu TNI-Polri dan Satpol PP Gresik.

Sejak pagi, Petugas keamanan sudah tampak berjaga di lokasi pembongkaran. Tak ada perlawanan dan protes dari pemilik warung. Mereka sudah rela tempat usahanya dibongkar dengan 1 ekskavator. Dalam sekejap, bangunan warung rata dengan tanah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Bedak Manyar (PBM) sudah rela warungnya dibongkar. Hal ini usai ada kesepakan antara pedagang dengan BBPJN terkait pemberian tali asih sebesar Rp. 10 juta dan diperbolehkannya pedagang membuat warung dibelakang tempat yang dibongkar.
Perwakilan Pedagang PBM, Abdullah Syafi’i mengatakan sebenarnya total ada 199 warung dan kios yang terdampak pelebaran jalan Pantura. Akan tetapi yang tergabung di PBM hanya ada 105 orang.

“Yang gabung di PBM dapat tali asih uang sebesar 10 juta. Sedangkan lainnya hanya 2 juta,” ujar Syafi’i didampingi Sekretaris PBM Joko, Jum’at (28/10/2022).

BACA JUGA: Usai Dapat Rp. 10 Juta Per Orang, Pedagang di Manyar Ikhlas Warungnya Dibongkar

Uang Rp. 10 juta itu, sambung Syafi’i, berasal dari BBPJN sebesar Rp. 7,5 juta dan CSR Perusahaan Rp. 2,5 juta. “Untuk pembongkaran hari ini di warung yang pemiliknya sudah mendapatkan tali asih,” terangnya.

Untuk pemunduran warung sedang dalam proses pengukuran. Sedangkan pembagian kios direncanakan akan dilakukan nanti malam. “Nanti mas Joko bersama yang lain akan merapatkan terkait titik kios,” ungkap pria yang berprofesi sebagai advokat ini.

Tak sampai disitu, Syafi’i menegaskan bahwa, pembangunan kios yang baru tidak berada di atas aliran air atau kali. Tetapi di seberangya kali. “Mundur dari tempar lama sekitar 10 meter. Jadi nanti di atas kali akan dibuat jembatan yang bagus. Serta akan dibangun musolah,” ucapnya.

Sementara, Camat Manyar Zainul Arifin menepis adanya perbedaan pemberian tali asih antara pedagang yang ikut PBM maupun yang tidak. Menurutnya, pemberian bantuan hanya mengacu pada dua hal. “Jadi yang mau relokasi dapat 2 juta. Sedangkan yang cari tempat sendiri 7,5 juta,” jelasnya.

Pemkab Gresik sendiri, saat ini sedang proses membangun stand di pinggir Lapangan Manyar. Direncanakan stand itu mampu menampung sebanyak 67 pedagang.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar