INFOGRESIK – Meski secara resmi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum terlaksana di Kabupaten Gresik, namun diperkirakan dalam waktu dekat program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut bakal dimulai.
Untuk itu, Anggota DPRD Gresik Fraksi Gerindra Ricke Mayumi meminta agar program MBG dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Termasuk pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM).
“Kami mendorong agar makanan khas Gresik otak-otak bandeng bisa jadi salah satu lauk pilhan untuk MBG,” kata Ricke saat menemui Wahab, produsen otak-otak bandeng di Kelurahan Sukodono, Kecamatan Gresik, Selasa (11/2/2025).
Ricke menyebut usulan otak-otak bandeng menjadi salah satu alternatif lauk di MBG bukan tanpa alasan. Selain lezat dan mudah dinikmati karena tanpa duri, berdasarkan hasil riset, diketahui ikan bandeng mengandung banyak nutrisi, seperti protein, vitamin A, vitamin B hingga kaya kalsium yang baik untuk tubuh.
Selain itu, sebagaimana instruksi Presiden Prabowo, anggaran besar APBN untuk MBG diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian lokal. Apalagi Pemkab Gresik bersama DPRD Gresik juga sudah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk mendukung program MBG di Kota Pudak.
“Gresik kan banyak tambak penghasil bandeng. Tentu kalau otak-otak jadi menu MBG ekonomi bisa bergerak dari hulu ke hilir,” jelas anggota DPRD Gresik komisi II tersebut.
Ricke berharap support penuh terhadap UMKM Gresik ini dapat terus menambah semangat meningkatkan inovasi untuk perekonomian kota Gresik. “Semoga bisa terealisasi,” ujarnya.
Sementara, pengusaha otak-otak bandeng, Wahab menyambut baik usulan Anggota DPRD Gresik Ricke bila otak-otak dijadikan menu MBG. Pria yang sudah memulai usaha sejak tahun 1996 ini mengatakan bahwa kondisi perekonomian sedang penurunan sehingga pembeli semakin sepi.
“Kalau sekarang sehari laku sekitar 50-75 ekor otak-otak bandeng,” ucapnya.
Dia menjelaskan, setiap hari dirinya membeli puluhan ikan bandeng dengan berat 4 ons per ekor dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Lumpur. Ikan itu kemudian diolah dan kemas serta dimasak.
“Untuk otak-otak bandeng yang divakum kami jual Rp 50.000,- per ekor. Sementara untuk otak-otak bandeng bakar kami jual Rp 60.000,- per ekor,” terangnya.
