INFOGRESIK – Pemerintah Desa (Pemdes) Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, membagikan ratusan ayam ras arab petelur kepada warga, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan yang digelar di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Randuboto itu merupakan bagian dari program Satu Keluarga Lima Ayam untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mengatasi stunting.
Sebanyak 120 ekor ayam dibagikan kepada keluarga penerima manfaat. Setiap keluarga mendapat lima ekor ayam beserta pakan untuk dibudidayakan secara mandiri.
Salah satu penerima, I’in, warga Randuboto, mengaku senang dengan program tersebut. Ia merasa terbantu karena bisa belajar berternak sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anaknya.
Baca juga: Dukung Diskon Pajak 80 Persen, Pemdes Randuboto Siapkan Doorprize Mesin Cuci
“Alhamdulillah sangat bermanfaat. Selain menambah pengalaman beternak, anak saya yang dulu pertumbuhannya lambat kini tinggi badan dan berat badannya bertambah berkat rutin konsumsi telur,” ujarnya.
Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra menjelaskan, program ini merupakan langkah berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka stunting.
“Untuk tahap pertama, bantuan diberikan kepada 24 keluarga, terdiri dari 19 keluarga dengan anak stunting dan 5 keluarga penyandang disabilitas,” terangnya didampingi Ketua TPST Randuboto, Jurito.
Andhy menambahkan, ayam ras arab dipilih karena produktivitas telurnya tinggi dan perawatannya mudah. Selain itu, kandangnya tidak menimbulkan bau karena sudah dilengkapi disinfektan dan kompos penampung kotoran.
“Untuk mengantisipasi bau tak sedap, kami juga menyediakan cairan hasil olahan sampah lingkungan yang bisa disemprotkan pada alas kandang. Cairan ini kami berikan gratis,” jelasnya.

Ia menyebut, protein dari telur ayam sangat penting bagi tumbuh kembang anak, terutama yang terindikasi stunting.
“Telur bisa dikonsumsi langsung oleh keluarga, dan kalau ada lebih bisa dijual untuk membeli pakan,” tambahnya.
“Tadi kami juga bagikan telur untuk warga yang melintas,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Sidayu Suwartono mengapresiasi inisiatif Pemdes Randuboto. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata inovasi desa dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program seperti ini patut dicontoh desa lain,” katanya.
Program ini juga mendapat dukungan dari SKK Migas Jabanusa dan Petronas sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat (community development).
Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Mutiara Nusa, mengatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya fokus pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga kesehatan lingkungan.
“Sebelumnya kami telah menanam 10 ribu bibit mangrove. Kini kami dorong pengembangan budidaya ayam agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
