INFOGRESIK – Suasana haru dan bangga menyelimuti Kantor Bupati Gresik pada Senin (1/12/2025). Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi melepas 18 anggota kafilah terbaik Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk menunaikan ibadah umrah.
Penghargaan istimewa ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas keberhasilan Gresik menyabet gelar Juara Umum MTQ Provinsi Jawa Timur Ke-31 tahun 2025 di Jember.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, didampingi Sekretaris Daerah Achmad Wasil dan Kepala Bagian Kesra, Muchammad Jusuf Ansyori.
Seremoni ini merupakan penanda dimulainya perjalanan spiritual bagi 12 pembina dan 6 peserta yang sukses meraih juara pertama, meski keberangkatan menuju Tanah Suci baru dijadwalkan pada Rabu (3/12/2025) mendatang.
Baca juga: Momen Hari Santri, Bupati Gresik Beri Reward Rp813 Juta untuk Juara Umum MTQ Jatim
Enam duta kebanggaan Gresik yang berhak menerima reward umrah atas prestasi Juara I mereka adalah Nuriyah Islamiyah (Tilawah Golongan Tunanetra Putri), Ahmad Nailul Faiz Arifin, Ahmad Charis Al-Chasiib, dan Andika Rama Marqel (Fahm Al-Qur’an Putra), Sa’adatul Mukarromah (Khot Al-Qur’an Golongan Naskah Putri), dan Widdatul Layyinah (Khot Al-Qur’an Golongan Kontemporer Putri).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Asluchul Alif tidak hanya menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih, tetapi juga menanamkan tiga pesan penting yang menjadi visi jangka panjang Pemkab Gresik terhadap prestasi keagamaan. Pilar pertama adalah ungkapan syukur dan penghormatan.
“Apa yang pemerintah berikan ini adalah bagian dari ibadah, sekaligus bentuk penghormatan atas perjuangan panjenengan semua,” ujar Wabup dr. Alif, menekankan bahwa reward ini adalah pengakuan tulus atas dedikasi para kafilah.
Pilar kedua adalah harapan akan keberlanjutan. Alif secara tegas menargetkan agar pada MTQ berikutnya di tahun 2027, Gresik mampu kembali mempertahankan gelar Juara Umum.
Pilar ketiga tentang pentingnya mem-branding para juara MTQ agar memiliki nilai tambah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi.
“Anak-anak yang juara ini harus kita dorong menjadi role model. Dengan branding yang tepat, prestasi MTQ bisa menjadi jalan memutus rantai kemiskinan,” tegas dr. Alif.
Baca juga: Membanggakan, Kafilah Gresik Sukses Raih Juara Umum MTQ XXXI Jawa Timur di Jember
Ia melihat potensi besar para juara untuk diberdayakan sebagai qari dan qariah profesional, pengajar Al-Qur’an, atau bahkan artis dakwah yang memiliki nilai jual tinggi. Ia juga berpesan kepada para pembina agar tidak hanya berorientasi pada piala, tetapi turut memfasilitasi peningkatan ekonomi para juara melalui jalur yang terstruktur.
Kepala Bagian Kesra, Muchammad Jusuf Ansyori, menjelaskan bahwa selain hadiah umrah bagi 18 orang (Juara I dan pembina), pemerintah juga memberikan uang pembinaan yang substansial kepada seluruh peserta dan pendamping yang meraih juara.
Secara total, reward yang diberikan cukup signifikan, dengan Juara I dan pembina masing-masing mendapatkan Rp32.500.000. Penghargaan ini bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga kategori kafilah yang mendapat Rp12 juta.
Mewakili rekan-rekannya, Ahmad Nailul Faiz Arifin, salah satu Juara I Fahm Al-Qur’an Putra, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, kami mendapat juara pertama. Reward umrah ini sangat berkesan bagi kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik,” ungkapnya penuh haru.
Pelepasan ini bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengangkat prestasi Al-Qur’an sebagai jembatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera, sembari menjaga tradisi juara.
