INFOGRESIK – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur dan KPU Gresik melaksanakan kirab maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, pada Jumat (12/8/24).
Kirab yang dipusatkan di GKB Convex, Kecamatan Manyar ini berlangsung meriah dengan suguhan berbagai hiburan, diantaranya kesenian barongsai, marching band dan tarian damar kurung.
Ada dua maskot yang dikirab yakni Si Jali untuk Pilgub Jatim dan Cak Rusban maskot untuk Pilbup Gresik.
Sebelum kirab dilaksanakan, KPU Gresik, menerima maskot Pilgub Jatim dari KPU Bangkalan. Maskot itu sebelumnya dikirab secara estafet dari Kabupaten Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.
Setelah dari Kabupaten Gresik, giliran maskot Si Jali akan dilimpahkan ke KPU Lamongan.
Kegiatan ini dihadiri Komisioner KPU Jatim, Ketua KPU Gresik dan jajarannya, Bawaslu Gresik dan jajarannya, Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gresik, serta perwakilan partai politik.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Gresik Ahmad Taufik mengatakan, kirab ini bertujuan untuk mensosialisasikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 27 November mendatang.
“Pesta demokrasi (pilkada) pada hakekatnya sesuatu yang menyenangkan dan membanggakan. Saya harap warga Kabupaten Gresik ikut mensukseskan Pilkada,” ujarnya.
Ia berharap dengan kegiatan ini akan meningkatkan partisipasi pemilih di masyarakat.
“Melalui kirab ini, saya mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisapasi di Pilkada nanti,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, KPU Jatim bidang perencanaan dan logistik Miftahur Rozaq mengatakan, kegiatan kirab maskot tersebut adalah program yang diinisiasi KPU Jatim sebagai bagian mensosialisasikan pilkada serentak.
“Kirab ini bagian dari metode sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tema yang diangkat terkait dengan keberagaman budaya. Kita berharap keberagaman budaya ini sebagai sarana integrasi persatuan dan kesatuan bangsa. Meskipun dalam konteks kompetisi Pilkada serentak 2024,” ujarnya.
Ia berharap, dengan sosialisasi ini masyarakat mampu untuk memilih calon pemimpin berkualitas.
“Dari sosialisasi ini kami harapkan adanya kesadaran pemilih untuk memilih pemimpin tidak hanya aspek kuantitas tapi juga aspek kualitas. Bagaimana masyarakat memilih pemimpin yang cerdas. Pemimpin yang betul-betul berkualitas diantara kandidat. Baik pemilihan gubernur maupun pemilihan bupati,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap angka partisipasi pemilih di Jawa Timur tidak jauh dari angka partisipasi di pemilu sebelumnya yakni 83 persen. Angka ini melebihi target Nasional 77 persen.
“Mudah-mudahan angka partisipasinya tidak jauh berbeda melampui angka target Nasional 77 persen,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Pilkada akan dilaksanakan 27 November serentak di seluruh Indonesia. Di tingkat provinsi akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, sedangkan di tingkat Kabupaten akan dilaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
