INFOGRESIK – Sejumlah orang di Kabupaten Gresik diduga menjadi korban penipuan dan pengelapan investasi yang dilakukan pasangan suami istri berinisial SJF (31) dan selebgram RPW asal Sidayu. Ditaksir kerugian yang dialami puluhan orang ini mencapai miliaran rupiah.
Salah satu korban bernama Lintang Karunia Putri, bercerita pada awalnya dia bertemu RPW di acara salah satu klinik kecantikan pada tahun 2023 silam. Perempuan 30 tahun itu kemudian ditawari endorse oleh terduga pelaku untuk mempromosikan jajanan.
“Saya kemudian mencoba jajanan yang dijual Rista (RPW). Rasanya enak dan murah. Termasuk bisnis ramennya juga,” ujar Lintang bercerita kepada Infogresik, Kamis (13/2/2025) malam.
Dari sini kemudian Lintang mulai tertarik berinvestasi saat ada tawaran dari RPW. Ibu rumah tangga yang tinggal di Menganti ini menginvestasikan uang Rp5 juta pada bulan Maret tahun 2023.
“Karena ragu-ragu saya pertama kali investasi Rp5 juta. Tiga bulan kemudian saya dapat keuntungan Rp1,2 juta. Jadi total dapat uang Rp6,2 juta dan langsung saya semua tarik karena takut,” terangnya.
Selanjutnya, pada bulan November 2023 RPW meminta tolong Lintang untuk menghandel influencer karena hendak membuka bisnis ramen di kota Surabaya.
“Saya aslinya Surabaya jadi ketika diminta tolong akhirnya saya iyakan. Saya juga akhirnya kembali investasi Rp5 juta,” kata dia.
RPW bersama sang suami SJF kemudian kembali membuka usaha ramen di Desa Kedanyang, Kebomas, Gresik. “Saya Januari 2024 sebenarnya sudah dapat laba. Tapi tidak saya ambil dan saya tambahi uang Rp5 juta. Jadi total modal saya Rp10juta,” ungkapnya.
Usai memasukan tambahan uang investasi bukannya mendapat laba, Lintang justru mendapatkan kabar tak mengenakkan. Hal ini lantaran RPW mengaku kesulitan uang akibat ulah dari karyawan yang kabur dan tempat usahanya pada tutup.
“Dia juga bilang kalau kena santet sehingga bisnisnya tidak jalan dan tak bisa memberikan laba,” kata selebgram dengan follower 11 ribu ini.
Tak sampai di situ, ketika Lintang meminta uang modalnya kembali. RPW hanya memberikan janji-janji hingga satu tahun tak ada hasil.
“Dia sempat nyicil Rp300 ribu tapi habis itu gak pernah lagi,” tegasnya.
Hal lebih parah juga dialami pria berinisial IB. Pria kelahiran 1996 ini mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat berinvestasi di SJF dan RPW.
“Saya mulai investasi awal tahun 2023 sekitar Rp25 juta sampai Rp50juta,” ujarnya.
IB percaya kepada kedua pelaku dikarenakan skema bisnis yang dikerjakan sama dengan bisnis parfum yang ia dan temannya jalani di luar negeri.
“Saya dijanjikan dapat 20 persen setiap 3 bulan dari modal yang disetorkan,” tuturnya.
Meski berinvestasi uang banyak, namun IB jarang melakukan penarikan laba dan tak pernah meminta laporan kondisi bisnis ke pelaku. Bulan November 2023 sudah terasa mulai macet.
Akan tetapi karena kedua pelaku masih membuka cabang usaha baru di kota Surabaya, IB tetap optimis uangnya aman. Bahkan, ketika bulan Maret 2024 IB hendak kembali membuka bisnis parfum di luar negeri dan masih menarik uang Rp100 juta dari pelaku.
“Tapi bulan depannya atau awal April saya kembali memasukan uang investasi Rp100 juta,” jelasnya.
Naas, tak berselang lama, RPW mengaku usaha yang digelutinya sedang kolaps. Tapi dirinya berjanji akan mengembalikan uang IB dengan syarat bisa meminjami uang Rp35 juta.
“Alasannya dulu buat Forex. RPW bilang suaminya sangat jago bermain saham dan berjanji memprioritaskan uang saya kembali. Saya dilematis dan akhirnya transfer Rp35 juta,” kenangnya.
Akibat kejadian tersebut, IB mengaku mengalami kerugian Rp150 juta. Ia kemudian bersama dengan korban lainnya akhirnya melaporkan SJF dan RPW ke Polres Gresik pada 6 Januari 2025 atas kasus dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.
Sementara, Kapolres Gresik AKBP Rovan Mahenu ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Masih pemeriksaan para saksi,” tegasnya.
