INFOGRESIK – Gelaran festival terbesar di Kabupaten Gresik, PetroNite Fest 2026, menarik perhatian jajaran legislatif. Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, hadir langsung meninjau pesta rakyat yang digelar di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma Petrokimia Gresik.
Dalam kunjungannya, Ricke Mayumi tampak membaur dengan ribuan pengunjung. Tak sekadar memantau jalannya acara, legislator yang membidangi sektor perekonomian dan keuangan itu juga antusias berinteraksi dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Secara khusus, Ricke menyambangi tenant-tenant dari desa dan kelurahan yang berada di sekitar wilayah operasional Petrokimia Gresik. Ia juga memborong beragam produk kuliner lokal hingga pakaian dari stan fesyen yang memadati area festival.
Baca juga: Libatkan 670 Tenant, PetroNite Fest 2026 Jadi ‘Lebaran UMKM’ Terbesar di Gresik
“Saya tadi beli olahan telur ikan dari Kelurahan Lumpur, bubur masin dari Kelurahan Karangturi, plered dari Kelurahan Sukorame, dan masih banyak lagi. Rasanya enak-enak,” ujar Ricke, Selasa (30/6/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menilai keterlibatan 670 tenant, yang didominasi 558 pedagang kaki lima (PKL), termasuk pelaku UMKM dari desa dan kelurahan sekitar perusahaan, menjadi bukti besarnya potensi ekonomi kerakyatan apabila diberikan ruang promosi yang memadai.

Selain mengapresiasi keberagaman produk yang ditawarkan, Ricke juga memuji komitmen penyelenggara dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi melalui penerapan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS di seluruh area festival.
“Ini adalah sarana edukasi yang konkret agar pelaku UMKM di Kabupaten Gresik bisa naik kelas dan ekosistem bisnisnya semakin kuat menghadapi era digital,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ricke berharap perputaran ekonomi selama PetroNite Fest 2026 yang berlangsung pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026 mampu mencatatkan transaksi yang melampaui capaian tahun sebelumnya.
Menurutnya, pelibatan mitra binaan CSR Petrokimia Gresik serta Karang Taruna di sekitar perusahaan dalam pengelolaan parkir menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga model kolaborasi yang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata.
