INFOGRESIK – Aparat gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyita 3,37 ton kuncup atau bunga canabinoid kering dalam operasi gabungan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026).
Barang bukti dalam jumlah fantastis yang diduga berasal dari Thailand itu diamankan di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Seluruh canabinoid kering tersebut ditemukan di dalam empat kontainer yang dikemas ulang ke dalam puluhan kardus dan 79 koper.
Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut. Satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Baca juga: Rumah Warga Balongpanggang Jadi Gudang Narkoba, Polisi Sita 6.000 Butir Pil Koplo Siap Edar
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan antara BNN dan Bea Cukai.
“Pengungkapan ini merupakan bagian dari joint operation antara BNN dan Bea Cukai,” ujar Komjen Pol. Suyudi dalam konferensi pers, Kamis (2/7/2026).
Suyudi menjelaskan, jaringan yang terungkap merupakan sindikat narkotika baru yang melibatkan tiga negara, yakni Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Barang bukti berupa kuncup atau bunga canabinoid tersebut diduga akan diekstrak menjadi cairan untuk rokok elektrik (vape).
“Ini harus diwaspadai semuanya karena narkoba sudah masuk ke segala lini, termasuk untuk cairan vape,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol. Aswin Sipayung, mengungkapkan barang bukti tersebut sedianya akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Surabaya, Bali, Makassar, Medan, dan sejumlah kota besar lainnya.
Baca juga: Buntut Kepemilikan 65 Gram Sabu, Anggota Jaringan Narkoba Gresik–Surabaya Terancam Hukuman Mati
Menurut Aswin, keberhasilan pengungkapan kasus ini berpotensi menyelamatkan lebih dari 10 juta masyarakat Indonesia dari penyalahgunaan narkotika.
“Lebih dari 10 juta warga Indonesia terselamatkan dengan potensi kerugian ekonomi yang berhasil dicegah mencapai lebih dari Rp5 triliun,” kata Irjen Pol. Aswin.
BNN masih terus mendalami jaringan internasional di balik penyelundupan narkotika dalam jumlah besar tersebut, termasuk menelusuri peran WNA yang diduga menjadi pengendali jaringan.
