INFOGRESIK – Rencana pembangunan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) di RS Wates Husada di Jalan Wates Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang mendapat dukungan penuh dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik.
Hal ini disampaikan Ketua Pengurus PMI Gresik Achmad Nadlir saat dikonfirmasi Infogresik. Menurutnya, kerjasama antara RS Wates Husada dan PMI merupakan bagian dari mempermudah akses warga di wilayah Gresik selatan untuk mendapatkan darah.
“Kami sangat menyambut baik kerjasama ini. Biar bisa membantu masyarakat Gresik selatan,” kata Nadlir, Jumat (13/12/2024).
Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Gresik ini mengungkapkan, selama ini banyak rumah sakit di wilayah selatan mengambil darah ke Mojokerto Kota lantaran jaraknya lebih dekat dibandingan ke Kota Gresik.
“Adanya BDRS di RS Wates Husada bisa menjadikan PMI semakin membumi di Gresik,” ungkapnya.
Hingga saat ini, lanjut Nadlir, di Kabupaten Gresik sudah ada dua bank darah, yakni di PMI Gresik dan RSUD Ibnu Sina.
“Kalau di RS Wates Husada bakal jadi yang pertama ada di RS swasta,” ujarnya.
BACA JUGA: Gandeng PMI, RS Wates Husada Bakal Bangun Bank Darah Rumah Sakit Pertama di Gresik
Berkaitan dengan stok darah di PMI Gresik, Nadlir memastikan dalam kondisi tercukupi. “Sekarang stok aman. Paling puasa nanti yang harus konsentrasi,” tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, RS Wates Husada dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik telah melakukan MoU pembangunan BDRS yang direncanakan beroperasi tahun 2025.
Direktur RS Wates Husada dr. Titin Ekowati mengatakan alasan membangun BDRS berawal dari tingginya permintaan darah sementara akses untuk mengambil ke PMI Gresik jauh.
“Jadi selama ini kami lebih banyak ambil darah ke PMI Mojokerto Kota dibandingkan ke PMI Gresik. Sebab akses jalan ke Mojokerto lebih mudah dan cepat,” ujar dr. Titin, Kamis (12/12/2024).
“Dalam sebulan, kami bisa habis Rp25 juta untuk ambil darah ke Mojokerto. Sementara Gresik hanya Rp4 juta,” imbuhnya.
Dijelaskan dr. Titin, BDRS merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang bertanggung jawab atas tersedianya darah untuk transfusi yang aman, berkualitas dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Rumah Sakit nanti berkewajiban menyimpan darah yang telah diuji saring oleh UTD PMI dan melakukan uji cocok serasi berdasarkan perjanjian kerjasama antara UTD PMI dan Rumah Sakit yang bersangkutan.
“Kami targetkan bangun BDRS tahun 2025. Ini bakal jadi yang pertama ada di RS Swasta se-Kabupaten Gresik,” ungkap koordinator Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSSI) Wilayah Pantura (Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro) tersebut.
Adapun beberapa fasilitas yang bakal disediakan yakni penerimaan formulir dan sampel darah pasien, pengujian golongan darah donor dan pasien, uji silang serasi (crossmatching) darah donor dan pasien, hingga penyediaan dan pendistribusian darah. Nantinya ada 3 orang yang diberikan pelatihan dari PMI.
