INFOGRESIK – Seorang lansia bernama Kasiban (98), warga Dusun Slempit, RT 017 RW 003, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur sedalam 15 meter pada Rabu (8/7/2026) pagi.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga yang merasa curiga karena korban tidak berada di dalam rumah sejak pagi hari. Saat melakukan pencarian di sekitar rumah, keluarga menemukan sepasang sandal milik korban mengapung di permukaan air sumur yang memiliki kedalaman sekitar 15 meter dengan ketinggian air sekitar 8 meter.
Menyadari adanya dugaan korban terjatuh ke dalam sumur, keluarga sempat berupaya melakukan evakuasi secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena posisi korban berada di dasar sumur dan kondisi lokasi dinilai membahayakan, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedamean. Laporan itu selanjutnya diteruskan ke layanan darurat Gresik Akas 112.
Baca juga: Mobil Pick Up Bermuatan Barang Bekas Terbakar di Gresik, Kerugian Ditaksir Capai Rp60 Juta
Menerima laporan pada pukul 08.23 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Pos Driyorejo, BPBD Kabupaten Gresik, dan Basarnas Provinsi Jawa Timur langsung bergerak menuju lokasi.
Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Petugas menggunakan peralatan rescue khusus untuk menjangkau dasar sumur dan mengangkat tubuh korban.
“Evakuasi berjalan dengan lancar. Petugas berhasil mengangkat korban dari dalam sumur, namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” tulis Perwira Piket Sulyono dalam laporan resminya.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Baca juga: Evakuasi Dramatis Warga Obesitas 400 Kg di Cerme, Damkar Gresik Turun Tangan
Selain Damkarla, BPBD, dan Basarnas, operasi evakuasi juga melibatkan personel Polres Gresik, Polsek dan Koramil Kedamean, RS Sehati, Puskesmas Slempit, perangkat desa setempat, serta relawan Semar dan SAR Samudra.
Berdasarkan data Dinas Damkarla Gresik, insiden tragis ini menambah daftar operasi penyelamatan (rescue) di Kabupaten Gresik yang tercatat mencapai 25 kejadian sepanjang Juli 2026.
