INFOGRESIK – Masyarakat Kabupaten Gresik diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang menyasar calon jemaah haji. Penipu diketahui menghubungi korban melalui telepon dengan iming-iming percepatan keberangkatan haji, bahkan mereka telah mengantongi data pribadi seperti NIK dan nomor antrean korban.
Salah satu target penipuan adalah Kamilah, warga Ujungpangkah. Ia sempat dihubungi oleh oknum yang mengaku dari Kemenag dan menawarkan percepatan jadwal haji melalui sambungan telepon.
“Saya bilang suruh hubungi nomor anakku, ternyata itu penipuan,” ungkap Kamilah, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Kuota Haji Gresik 2026 Jadi 2.846 Jemaah, Antrean Terpangkas 7 Tahun
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, Lulus, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghubungi jemaah secara langsung melalui telepon maupun WhatsApp terkait urusan keberangkatan.
“Sejauh ini sudah ada delapan orang yang datang mengonfirmasi kebenaran informasi serupa. Alhamdulillah, di Gresik belum ada korban materi. Kami selalu berkomunikasi melalui KBIH masing-masing atau melalui surat resmi jika memang porsi keberangkatannya sudah masuk,” ujar Lulus saat ditemui di kantornya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang menerima kontak mencurigakan agar segera melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Kemenhaj Gresik guna menghindari kerugian.
Persiapan Kloter dan Logistik
Di tengah maraknya isu penipuan tersebut, Kemenhaj Gresik memastikan persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 berjalan lancar dan telah mencapai hampir 100 persen. Dari total 2.679 koper yang dibutuhkan, sebanyak 2.667 koper telah tersalurkan kepada jemaah.
Baca juga: Berangkat ke Tanah Suci, Bupati Gresik dan Beberapa Pejabat Jadi Petugas Haji
“Tinggal tersisa 20 koper lagi yang akan segera didistribusikan. Koper tersebut memiliki kapasitas maksimal 32 kilogram. Sementara untuk ID card jemaah, ditargetkan akan dibagikan minimal lima hari sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Jadwal Keberangkatan
Tahun ini, total jemaah haji asal Kabupaten Gresik mencapai 2.679 orang, dengan komposisi jemaah lansia (di atas 65 tahun) sebesar 23 persen. Jemaah tertua tercatat berusia 95 tahun.
Rencananya, jemaah akan diberangkatkan mulai 2 Mei 2026 dan terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 42, 43, 44, 45, dan 46.
