INFOGRESIK – Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden pembacokan yang terjadi dalam bentrokan patrol sahur di Kecamatan Panceng, Jumat (27/2/2026). Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi.
Syahrul Munir menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah agar proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan maksimal tanpa adanya gangguan keamanan tambahan.
“Atas tragedi di Panceng, mohon masyarakat menahan diri agar proses hukum berjalan. Antar pemerintah desa Banyutengah dan Campurejo serta tokoh masyarakat, mohon bisa menenangkan warganya masing-masing,” tegas Syahrul Munir, Sabtu (28/2).
Dua Pemuda Jadi Korban, Pelaku Berhasil Diringkus
Tragedi ini bermula saat kelompok remaja dari Desa Banyutengah dan Desa Campurejo terlibat aksi saling lempar bom air plastik di perbatasan desa pada Jumat dini hari. Situasi yang semula damai berubah menjadi tawuran massal.
Baca juga: Bermula dari Lempar Kantong Air, Patrol Sahur di Panceng Gresik Berubah Menjadi Tawuran Berdarah
Dalam bentrokan tersebut, seorang pria bernama Saifuddin alias Dien diduga menggunakan pedang dan melukai dua warga Desa Campurejo, yakni Agung Wahyu Pratama (24) yang mengalami luka robek serius di perut dan M. Ruhul Madani (25) yang mengalami luka gores.
Respons Cepat Polres Gresik
Menanggapi peristiwa tersebut, Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Paciran.
“Sekitar pukul 23.40 WIB, anggota Resmob mendapatkan informasi pelaku berada di sekitar Kecamatan Paciran. Pelaku S kemudian diamankan dengan didampingi pihak keluarganya dan langsung dibawa ke Polres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Arya Widjaya kepada Infogresik, Sabtu (28/2).
Baca juga: Sempat Kabur, Pelaku Pembacokan Patrol Sahur Berdarah di Panceng Akhirnya Dibekuk Polisi
Sebelum penangkapan terjadi, ketegangan sempat meluas. Warga yang tersulut emosi mendatangi rumah pelaku di Desa Banyutengah, namun tidak menemukannya. Massa kemudian mencari ke rumah pelaku di Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran (wilayah perbatasan Gresik–Lamongan). Karena pelaku tidak ditemukan di lokasi, massa yang geram meluapkan amarah dengan membakar rumah tersebut.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif utama di balik penggunaan senjata tajam dalam tradisi patrol sahur tersebut. Situasi di lokasi kejadian kini dilaporkan telah berangsur kondusif di bawah pengawasan aparat keamanan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada hukum dan tidak melakukan aksi balas dendam yang dapat memperkeruh suasana di bulan suci ini.
