INFOGRESIK – Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Ricke Mayumi, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen PGN Saka dalam mengelola potensi migas sekaligus memberdayakan ekonomi lokal di wilayah Ujungpangkah. PGN Saka dinilai berhasil menyelaraskan target produksi energi dengan penguatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, PGN Saka melalui Blok Pangkah terus konsisten menjaga angka produksi di kisaran 7.000 hingga 10.000 barel minyak per hari (BOPD) dan penyaluran gas mencapai 20 hingga 30 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Performa ini disebut Ricke sebagai kontributor penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gresik.
“Produksi gas yang stabil ini adalah capaian luar biasa. Namun, yang lebih membanggakan adalah bagaimana PGN Saka membawa dampak positif bagi lingkungan dan pelaku usaha kecil di sekitarnya,” ujar Ricke Mayumi, Rabu (28/1/2026).
Ricke secara khusus menyoroti strategi unik PGN Saka dalam memberdayakan UMKM di kawasan Ujungpangkah. Perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bertindak sebagai pembeli (offtaker) produk lokal untuk dijadikan buah tangan resmi bagi tamu-tamu perusahaan.
Baca juga: Kunjungi PGN Saka, Komisi II DPRD Gresik Dorong Peningkatkan Kualitas dan Kuantitas CSR
Langkah ini terlihat nyata saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, dan rombongan ke Gresik pada Rabu (28/1/2026). PGN Saka menyuguhkan sekaligus memberikan produk-produk unggulan hasil olahan warga Ujungpangkah kepada rombongan menteri sebagai bentuk promosi produk lokal. Salah satunya adalah produk teh mangrove buatan UMKM Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah.
“Ini adalah bentuk promosi yang konkret. Dengan memberikan produk UMKM Ujungpangkah kepada tamu sekelas menteri, PGN Saka membantu menaikkan kelas produk lokal kita ke level nasional. Warga tidak hanya diajari berproduksi, tetapi produknya benar-benar dibeli dan dipasarkan,” puji politisi muda Partai Gerindra tersebut.
Selain penguatan ekonomi, Ricke juga mengapresiasi peran PGN Saka dalam menjaga ekosistem pesisir melalui program restorasi mangrove yang berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Menurutnya, keseimbangan antara produksi migas, kelestarian alam, dan keberpihakan pada UMKM merupakan kunci industri yang berkelanjutan.
“PGN Saka telah menjadi contoh bagaimana industri hulu migas bisa hidup berdampingan dengan masyarakat. Kami di legislatif akan terus mendukung sinergi seperti ini agar potensi alam kita benar-benar membawa kemakmuran bagi warga Gresik,” tutupnya.
