INFOGRESIK – Aparat Pemerintah Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melakukan fogging serentak dan sosialisasi menguras jamban serta penampungan bak maupun kaleng bekas yang digenangi air. Curah hujan yang masih tergolong tinggi berpotensi meningkatkan tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.
Sejumlah aparatur desa mengawal petugas fogging di wilayah Dusun Karangtanjung tepatnya di Perumahan Green Hill RW04. Mereka keliling sembari membuat seruan agar warga membuang atau mengosongkan genangan air di bak maupun kaleng bekas, karena tempat tersebut tempat favorit nyamuk Aedes Aegypti.
“Kita mengawal fogging dan sekaligus sosialisasi agar warga mengeringkan bak maupun kaleng bekas yang digenangi air. Karena saat ini masih musin hujan,” ungkap Eka salah satu aparatur desa Sekarkurung, Minggu (22/6/2025).
Dikatakan Eka, fogging dan sosialisasi menguras jamban adalah dua kegiatan yang berbeda, tetapi saling berkaitan sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat. Masih kata Eka, fogging dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa penyebab demam berdarah, sedangkan sosialisasi menguras jamban bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya dalam hal sanitasi.
“Sebagai aparat desa, kami memiliki kewajiban mengingatkan warga. Agar warga hidup sehat. Karena DB bukan saja menyerang anak-anak. Tetapi orang dewasa juga berpotensi kena DB jika lingkungannya tidak sehat,” imbuhnya.
Saat curah hujan masih ada, resistensi terhadap nyamuk dan jentik sangat tinggi. Makanya, Pemdes Sekarkurung bertindak cepat agar nyamuk bisa diatasi. Karena beberapa waktu yang lalu sudah ada beberapa warga yang terkena DBD.
“Kita fokus kepada beberapa wilayah yang sudah ada korbannya. Karena dari informasi, sejumlah warga kami sudah ada yang terserang DB,” tambah Tutik, Sekdes Sekarkurung yang ikut mengawal fogging.
Informasi sebelumnya dari sejumlah Ketua RT, beberapa waktu yang lalu di Perum Aalam Bukit Mas (ABM) ada 4 anak terkena DB. Tiga anak opname, satu anak terkena DB setelah lebaran kemarin dan saat ini sudah sembuh. Selain itu, di Perum Green Hill ada dua anak yang terkena DB.
“Alhamdulillah semuanya sudah sehat kembali. Hanya saja memang warga harus aktif membersihkan lingkungannya agar terbebas dari DBD. Karena curah hujan masih ada, sehingga masih berpotensi menumbuhkan jentik nyamuk,” pungkasnya.
