INFOGRESIK – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kabupaten Gresik membawa misi besar dalam Kongres Nasional KPI ke-6 di Jakarta, yakni mendorong peningkatan kuota keterwakilan perempuan di ranah politik dari 30 persen menjadi 50 persen.
Ketua KPI Gresik, Duta Bintan Fitria, menegaskan bahwa usulan ini bertujuan menghadirkan peluang yang benar-benar setara bagi perempuan dalam proses pengambilan kebijakan publik. Ia menilai, kuota 30 persen selama ini kerap hanya menjadi formalitas yang belum berjalan optimal.
“Kalau 50 persen, peluang perempuan akan lebih besar. Ini penting karena perjuangan perempuan untuk maju sebagai caleg tidak mudah,” ujar Duta di Gresik, Senin (13/4/2026).
KPI Gresik menilai peningkatan kuota ini juga dapat menjadi solusi atas berbagai hambatan struktural, seperti tingginya biaya politik hingga praktik politik uang yang sering menghambat kader perempuan potensial.
Baca juga: Ajarkan Kiat Sukses Berbisnis, IIDI Gresik Dorong Perempuan Jadi Womenpreneur
Menurut Duta, daripada terus bertahan pada capaian 30 persen yang belum maksimal, langkah menaikkan kuota hingga separuh kursi merupakan upaya konkret untuk memperkuat peran perempuan.
“Daripada terus memperjuangkan 30 persen yang belum optimal, kami mengusulkan 50 persen agar keterwakilan perempuan bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Melalui usulan ini, KPI Gresik berharap tercipta keseimbangan dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat legislatif maupun sektor publik lainnya. Dengan keterwakilan yang lebih kuat, aspirasi perempuan diharapkan dapat terakomodasi secara lebih menyeluruh dalam pembangunan nasional.
“Sehingga peran perempuan dalam pembangunan, baik di legislatif maupun sektor publik lainnya, semakin kuat dan setara,” tutupnya.
