INFOGRESIK – Seorang pelanggan Perumda Giri Tirta Gresik bernama Sumaiyah di Kecamatan Manyar mengeluhkan besarnya tagihan air di rumahnya yang mencapai Rp1 juta lebih dalam sebulan.
Keluhan itu disampaikan Sumaiyah melalui anaknya yang bernama Yulianelhadi (akun instagram @lebenskin) ke Instagram Infogresik. Dalam postingannya menunjukan tagihan air dari September 2022-April 2024.
Seperti pada Bulan September 2022 pemakaian air sebanyak 22 m3 dengan tagihan Rp73 ribu. Bulan Oktober-November 2022 pemakaian air meningkat sebanyak 100 m3/bulan dengan tagihan masing-masing Rp514 ribu.
Selanjutnya Januari 2023 pemakaian air semakin meningkat yakni 263 m3 dengan tagihan sebesar Rp1,4 juta. Bulan Februari 2023 pemakaian air 224 m3 dengan tagihan Rp1,2 juta. Kemudian tagihan mengalami naik turun menyesuaian pemakaian.
“Alasan tidak membayar sejak 2022 (sampai 2024, red) karena tidak ada kejelasan dengan tagihan sebulan yang sampai berjuta-juta. Katanya bocor mau disurvei. Mau dicek-cek kenyataannya gak datang-datang,” tulis Yulianelhadi, Jumat (26/7/2024).
Yulianelhadi menjelaskan, rumah yang dibuat usaha berjualan online berisi 4 orang, termasuk 2 orang pegawainya. Lebih lanjut, sejak diganti meteran baru pada Maret 2024 tagihan menjadi turun, yakni Rp388 ribu.
“Total keseluruhan tagihan dari tahun 2022 sampai 2024 sebesar Rp10.776.500. Bila ditambah 10 persen denda telat bayar menjadi Rp. 11.854.150,” jelasnya.
Merespon keluhan pelanggan tersebut, Kepala Bagian Pelayanan Perumda Giri Tirta Mohamad Irwan mengatakan, pada hari ini pelanggan Sumaiyah bersama anaknya datang ke Kantor PDAM Unit Pelayanan Desa Suci.
Kedatangan mereka lantaran sebelumnya pihaknya mengirim surat tagihan dan rencana memutus saluran air ke pelanggan akibat tidak membayar sekitar dua tahun.
“Tadi pas di Kantor Unit Pelayanan Suci sudah kami jelaskan terkait keluhan kenaikan tagihan. Pelanggan juga sudah nyicil bayar tagihan bulan September sampai Desember 2022,” kata Irwan.
Dia menegaskan, tidak benar bila petugas Perumda Giri Tirta tak merespon keluhan pelanggan. Pihaknya sudah beberapa kali datang ke rumah Sumaiyah. Memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi adanya kenaikan pemakaian air dan tagihan, seperti adanya kebocoran pipa dan meteran air pelanggan tak terlihat.
“Pada Juli 2022 kondisi meteran air pelanggan tertanam atau tertutup. Sehingga petugas pengecekan tak dapat melihat. Kemudian pada 14 Februari 2023 petugas kami sudah mengecek ke rumah pelanggan dan terdapat kebocoran,” tuturnya.
Irwan juga menjelaskan, pihaknya sudah memberikan penyesuaian pemakaian sesuai pengecekan sebesar 50% kepada pelanggan. “Kami selalu terbuka untuk berkomunikasi. Karena tujuan dari Perumda Giri Tirta itu misi sosial untuk masyarakat,” ucapnya.
