INFOGRESIK – Sebanyak 405 anak dari keluarga prasejahtera resmi memulai perjalanan pendidikan mereka di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik. Momen bersejarah ini ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Jumat (31/7/2026).
Fasilitas pendidikan seluas 6,5 hektare tersebut menjadi wujud nyata komitmen negara dalam menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas. Sekolah ini juga memfasilitasi puluhan siswa titipan dari daerah tetangga.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani merinci kapasitas dan komposisi peserta didik yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi.
“Sekolah Rakyat, program prioritas Bapak Presiden Prabowo, dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan kapasitas 405 siswa. Terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Sidayu Mulai Dibangun, Targetkan Tampung Ratusan Siswa dari SD, SMP hingga SMA
Bupati Yani menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi fondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembukaan tahun ajaran baru ini menjadi momentum memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan Gresik Baru Lebih Maju.
“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” tuturnya.
Menurut Bupati Yani, penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejalan dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto melalui Asta Cita untuk mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan pendidikan. Ia menilai ratusan siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut merupakan investasi berharga bagi masa depan daerah.
“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045, ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” ungkapnya.
Baca juga: SRT Gresik Segera Terwujud, Bupati Gus Yani Blusukan ke Semarang Adopsi Model Pendidikan Kemensos
Ia juga menjelaskan bahwa MPLS tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
“Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bukan sekadar mengenalkan ruang kelas, guru, maupun tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS merupakan proses awal membangun karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, semangat gotong royong, sikap saling menghormati, budaya belajar yang positif, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan baru,” jelasnya.
Bupati Yani menekankan pentingnya sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat agar seluruh siswa dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
“Pendidikan yang berhasil tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kepada para siswa, Bupati Yani berpesan agar selalu percaya diri dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
“Hari ini adalah awal dari perjalanan panjang untuk meraih cita-cita. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormatilah guru-gurumu, sayangilah teman-temanmu, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan merasa rendah diri karena keadaan. Kalian berada di sekolah ini bukan karena keterbatasan, melainkan karena negara hadir untuk membuka kesempatan yang lebih besar bagi kalian,” pesannya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan angkatan pertama Sekolah Rakyat yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun.
Baca juga: Tinjau Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos RI Pastikan Pendidikan Siswa hingga Pemberdayaan Wali Murid
“Di sini kita juga memiliki siswa-siswi yang sudah berjalan satu tahun. Alhamdulillah, perkembangan mereka hingga saat ini cerdas dan hebat,” imbuhnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Yani optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik akan melahirkan generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun Indonesia.
“Saya yakin, dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik ini akan lahir generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin, pendidik, tenaga profesional, wirausahawan, inovator, maupun tokoh masyarakat yang akan membawa Kabupaten Gresik semakin maju dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” tutupnya.
Acara pembukaan yang menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, jajaran OPD Pemkab Gresik, relawan PKH, Tagana, serta tokoh masyarakat Kecamatan Sidayu.
