INFOGRESIK – Pasca bencana angin puting beliung yang menerjang dua desa di Desa Ketapanglor dan Glatik, Kecamatan Ujungpangkah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun langsung mendatangi lokasi kejadian, Sabtu (14/12/2024).
Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani datang didampingi Kepala BPBD Sukardi, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, serta Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi.
Orang nomor satu di Gresik itu menyerahkan bantuan berupa ratusan sembako, matras, dan material untuk membantu perbaikan rumah yang rusak.
“Kami hadir langsung bersama dinas terkait dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” kata Gus Yani.
BACA JUGA: 48 Rumah di Ujungpangkah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Bupati juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika dan perangkat desa dalam membantu perbaikan rumah warga.
“Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan.
Dia mengingatkan potensi bencana seperti angin puting beliung yang mungkin terjadi di wilayah Gresik.
“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, lebih baik dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan bupati.
Sementara itu, Kepala BPBD Gresik Sukardi menambahkan ada beberapa desa di Ujungpangkah yang memang masuk dalam potensi bencana puting beliung.
“Ada tiga desa yakni Glatik, Ketapanglor dan Karangrejo yang masuk dalam potensi bencana angin puting beliung,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, yakni Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor. Akibatnya, 48 rumah mengalami kerusakan dan beberapa pohon roboh pada Kamis (12/12/2024) sekitar pukul 16.30 WIB.
Dari video yang beredar, tampak atap rumah warga hilang dan kanopi serta pepohonan berjatuhan usai diterjan angin puting beliung. Warga kemudian bergotong-royong untuk membersihkan reruntuhan bangunan.
