INFOGRESIK – Menjelang bulan suci Ramadan, aura spiritual di Kabupaten Gresik terasa semakin kental. Wisata religi di wilayah ini seolah menjadi magnet yang tak pernah berhenti menarik ribuan pasang kaki, baik dari warga lokal maupun pelancong dari berbagai pelosok Nusantara.
Rabu (28/1/2026), suasana di Makam Sunan Giri tampak istimewa. Tokoh perempuan nasional, Nur Asia Uno, beserta rombongan hadir di tengah kerumunan peziarah. Mengenakan pakaian yang santun, sosok yang akrab disapa Mpok Nur ini tampak khusyuk mengikuti prosesi ziarah.
Momen haru sekaligus takjub terjadi saat istri pengusaha dan politisi Sandiaga Salahuddin Uno ini melangkah masuk ke dalam cungkup utama. Di sana, ia berkesempatan melihat langsung benda pusaka peninggalan sang wali yang melegenda, yakni sebuah sajadah dan sebilah keris.
Mpok Nur bahkan berkesempatan menyentuh kedua barang bersejarah tersebut. Baginya, kunjungan ini bukanlah yang pertama, namun setiap kedatangannya selalu membawa kesan mendalam.
Baca juga: Menjaga Kekhusyukan Peziarah, Upaya Dishub Gresik Mengurai Simpul Macet di Kawasan Wisata Religi
“Tak hanya sekali, dulu juga sempat ke sini,” ujarnya singkat sambil mengenang kunjungan-kunjungan sebelumnya.
Tak hanya di Makam Sunan Giri, perjalanan spiritual rombongan berlanjut ke Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di jantung Kecamatan Gresik. Di sana, mereka kembali meresapi jejak awal penyebaran Islam di tanah Jawa.
Dalam ziarah tersebut, tampak Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi, setia mendampingi. Ricke mengungkapkan rasa bangganya terhadap kekayaan sejarah yang dimiliki Gresik.
“Saya juga ikut berziarah dan masuk ke dalam cungkup Sunan Giri,” tuturnya.
Bagi Ricke, makam para wali ini bukan sekadar tempat berdoa, melainkan juga mesin penggerak ekonomi bagi warga sekitar. Hilir mudik peziarah membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro yang menjajakan aneka jajanan dan oleh-oleh khas Gresik.

Melihat potensi yang begitu besar, legislator perempuan ini mendorong pemerintah daerah untuk terus mempercantik kawasan tersebut, sehingga para pengunjung merasa nyaman.
Hal ini diamini oleh Kepala UPT Destinasi Wisata Terpadu Kawasan Gresik, Suwanto. Ia mengakui bahwa wisata religi merupakan napas utama pariwisata di Kota Pudak. Lonjakan peziarah biasanya terjadi pada waktu-waktu khusus yang dianggap sakral.
“Utamanya pada momen-momen tertentu seperti haul atau saat liburan, biasanya banyak yang datang ke sini untuk berziarah,” terangnya.
Usai berziarah ke dua makam Walisongo tersebut, Mpok Nur beserta rombongan menikmati kuliner di Koromi Cafe, Jalan Pangsud, Gresik.
