INFOGRESIK – Bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Cargill resmi dianugerahi penghargaan Gold Award pada ajang Indonesia Sustainable Development Goals Awards (ISDA).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda nasional pengelolaan sampah melalui Program Rumah Kompos 5R di Gresik, Jawa Timur.
Inisiatif yang diluncurkan sejak 2022 ini menerapkan pendekatan Reduce, Reuse, Recycle, Replant, dan Refuse (5R). Program tersebut berfokus pada pengolahan limbah organik masyarakat menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan lokal, sekaligus memperkuat praktik pemilahan sampah berbasis komunitas.
Sejak awal operasionalnya, Program Rumah Kompos 5R mencatatkan capaian signifikan. Lebih dari 325.000 kilogram limbah organik telah diolah, mencakup arang sekam padi, kulit biji kakao, hingga limbah organik basah lainnya.
Baca juga: Tanam 33.000 Bibit Mangrove Sejak 2021, Bukti Komitmen Cargill Jaga Ekosistem Pesisir
Selain itu, lebih dari 19.000 kilogram sampah anorganik seperti kertas, plastik, dan logam telah disalurkan ke sejumlah bank sampah, di antaranya BSI Guyub Rukun dan BSI Samusi, untuk didaur ulang.
Kompos yang dihasilkan juga telah melalui proses pengujian bekerja sama dengan institusi terkait guna memastikan kualitas dan kebermanfaatannya, baik untuk lahan percontohan maupun masyarakat umum.
Ajang ISDA Gold Award sendiri diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Standardisasi Nasional. Penghargaan ini melengkapi apresiasi yang sebelumnya diterima perusahaan dari Bupati Gresik pada November 2025.
Mukhammad Muryono, Wakil Kepala Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menilai inisiatif tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Inisiatif pengelolaan sampah Cargill di Gresik menunjukkan nilai besar dari kolaborasi lintas sektor. Melalui kolaborasi teknis dan pertukaran pengetahuan, kami berharap inisiatif serupa dapat terus mendukung upaya keberlanjutan jangka panjang serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab di Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Kolaborasi Dinkes Gresik dan Cargill Perkuat Literasi Cegah Stunting Lewat Buku KIA
Perwakilan Cargill Indonesia, Stephanie Sajuti, menegaskan program ini merupakan bagian dari upaya lebih luas perusahaan dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan di seluruh rantai pasoknya.
“Inisiatif kami dirancang untuk mendukung prioritas nasional melalui kolaborasi yang praktis, sehingga menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” ungkapnya.
Melalui model ekonomi sirkular tersebut, Cargill berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat praktik penanganan sampah yang aplikatif di berbagai lokasi operasionalnya di Indonesia.
