INFOGRESIK – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di Pulau Bawean akan segera kembali normal setelah sempat terganggu akibat cuaca buruk di perairan Laut Jawa dalam beberapa pekan terakhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa gelombang tinggi menghambat operasional kapal logistik pengangkut energi ke Bawean.
Kapal pengangkut BBM dari Terminal BBM Tanjungwangi yang berangkat pada Minggu (24/1/2025) baru berhasil sandar pada Senin (26/1/2025), atau mengalami keterlambatan satu hari dari jadwal normal. Sementara itu, kapal pengangkut LPG baru mendapatkan izin berlayar pada Senin (26/1/2025) dan diperkirakan sandar pada Selasa (27/1/2025).
“Pada kondisi normal kapal BBM seharusnya sudah sandar pada Minggu (25/1). Untuk LPG, kapal baru mendapat izin layar pada Senin (26/1) dengan estimasi sandar sore hari ini,” ujar Ahad.
Baca juga: Imbas Cuaca Buruk, Harga LPG Melon di Pulau Bawean Melambung hingga Rp55 Ribu
Ia menambahkan, kapal LPG yang sedang dalam perjalanan membawa lebih dari 9.000 tabung LPG, jumlah yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bawean dan sekitarnya.
Terkait laporan melonjaknya harga LPG hingga Rp55.000 di tingkat pengecer, Pertamina telah menginstruksikan seluruh pangkalan resmi untuk memprioritaskan penjualan langsung kepada konsumen rumah tangga.
“Masyarakat kami imbau membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina agar mendapatkan harga sesuai HET, yakni Rp18.000. Pertamina memastikan stok mencukupi sembari terus melakukan mitigasi, terutama menghadapi cuaca buruk yang masih berlangsung,” tegasnya.
Pertamina juga mengapresiasi kesabaran masyarakat atas gangguan distribusi yang disebabkan faktor alam. Warga diimbau membeli LPG dan BBM secara bijak sesuai kebutuhan serta memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center 135 untuk memperoleh informasi resmi.
Seperti diberitakan sebelumnya, cuaca buruk yang melanda perairan Gresik menyebabkan terhentinya distribusi logistik ke Pulau Bawean. Kondisi tersebut memicu kelangkaan LPG dan BBM selama sepekan terakhir, berdampak pada melonjaknya harga hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi warga.
Baca juga: Dihantam Cuaca Ekstrem, Perahu Nelayan Terbalik di Perairan Ujungpangkah Gresik
Di Kecamatan Sangkapura, harga LPG 3 kilogram sempat menembus Rp55.000 sebelum akhirnya benar-benar habis di pasaran. LPG 12 kilogram juga mengalami kelangkaan dengan harga mencapai Rp300.000.
“Dua hari lalu LPG 3 kilo sampai Rp55 ribu, sekarang sudah tidak ada sama sekali. LPG 12 kilo juga kosong, kemarin harganya tembus Rp300 ribu,” ujar Hefni, warga Desa Sidogedungbatu, Jumat (23/1/2025).
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Tambak. Kelangkaan Pertalite dan Bio Solar membuat mobilitas warga terganggu. Ketua PAC GP Ansor Tambak, Guntur, menyebut sekitar 40 persen aktivitas publik lumpuh.
“Hampir semua fasilitas terdampak. Aktivitas pasar menurun, warga sulit berangkat kerja, siswa juga banyak tidak masuk sekolah. Sekitar 40 persen pergerakan lumpuh akibat kelangkaan BBM dan tidak adanya kapal,” ungkapnya.
