INFOGRESIK – Di atas geladak Kapal Layar Motor (KLM) yang bersandar di Pelabuhan Gresik, deru mesin kapal berpadu dengan suara deburan ombak. Ratusan sak pupuk NPK Phonska seberat 50 kilogram produksi Petrokimia Gresik satu per satu disusun rapat.
Ini bukan sekadar pengiriman logistik biasa. Ini adalah perjuangan mengantar harapan bagi ribuan petani di seberang lautan sebelum alam menutup akses mereka.
Menjelang akhir tahun, Laut Jawa kerap menjadi medan yang tak bersahabat. Badai dan gelombang tinggi sering memutus urat nadi distribusi ke wilayah kepulauan. Karena itu, distribusi pupuk bersubsidi ke Pulau Bawean dilakukan lebih cepat sebagai langkah preventif agar musim tanam awal tahun tidak terhambat oleh amukan cuaca.
Perjalanan dari daratan Gresik menuju Bawean memakan waktu antara 9 hingga 12 jam. Waktu yang cukup panjang bagi sebuah kapal motor yang membawa beban ratusan ton.
Baca juga: Bikin Petani Tersenyum, Bupati Gresik dan Dirut Pupuk Indonesia Serahkan Bantuan 2 Ton Pupuk
Bagi warga Bawean, pupuk-pupuk ini sangat vital bagi lahan pertanian di 30 desa. Jika distribusi terlambat sedikit saja akibat cuaca buruk, maka Januari 2026 berpotensi menjadi masa sulit bagi produktivitas pangan di sana.
Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi, yang mengawal langsung untuk memastikan kecukupan stok, menegaskan bahwa pengiriman dini adalah harga mati demi menjaga ketahanan pangan kepulauan.
“Ini sudah pengiriman ketiga ke Pulau Bawean. Kami meminta pupuk dikirim lebih awal untuk mengantisipasi cuaca buruk,” ungkapnya, Jumat (31/10/2025).
Total sekitar 500 ton pupuk jenis urea dan NPK Phonska dikerahkan dalam misi ini. Jumlah tersebut bukan angka sembarangan, melainkan hasil perhitungan matang berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) para petani di dua kecamatan, yakni Tambak dan Sangkapura.
Perjuangan ini tidak berhenti saat kapal bersandar di dermaga Bawean. Logistik tersebut masih harus didistribusikan ke kios-kios resmi agar dapat dijangkau oleh anggota kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Ricke memastikan setiap butir pupuk bersubsidi akan sampai ke tangan yang berhak sebelum musim tanam tiba.
“Para Poktan dan Gapoktan bisa membeli atau menebus pupuk subsidi di kios-kios yang sudah ditetapkan,” tambah Ricke.
Melalui distribusi lebih awal ini, para petani di Pulau Putri tak lagi perlu menatap cemas ke arah laut saat mendung mulai menggelayut. Di gudang-gudang kios resmi, pupuk telah tersedia, siap menyongsong musim tanam Januari 2026 dengan keyakinan yang lebih kuat.
