INFOGRESIK – Tiga Desa di Kecamatan Ujungpangkah yakni Karangrejo, Ketapanglor, dan Glatik pada bulan lalu diterjang angin puting beliung. Pengalaman itulah yang menjadi mendorong Forkopimcam Ujungpangkah untuk melakukan mitigasi bencana.
Salah satunya dengan melaksanakan penanaman 200 pohon lindung seperti mahoni, trembesi, dan glodok di Desa Ketapanglor dan Glatik pada Jumat (10/1/2025) pagi.
BACA JUGA: Diterjang Angin Kencang, Dua Rumah di Desa Karangrejo Ujungpangkah Rusak
Kegiatan ini sesuai dengan instruksi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat meninjau korban angin puting beliung di Desa Glatik beberapa pekan lalu.
Camat Ujungpangkah, Shofwan Hadi menyampaikan, keberadaan pohon ini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana yang ditimbulkan oleh angin puting beliung.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai pembelajaran untuk meminimalisir terjadinya bencana,” ujarnya.
BACA JUGA: 48 Rumah di Ujungpangkah Rusak Diterjang Angin Beliung
Selain penanaman pohon, juga dilakukan pengurukan dan penutupan penahan ombak (plengsengan) dengan batu dan limestone di Pantai Desa Ngemboh, yang terdampak gelombang tinggi
“Ini merupakan upaya mitigasi bencana yang dilakukan oleh pemerintah desa,” terangnya.
BACA JUGA: Pasca Bencana Angin Puting Beliung di Ujungpangkah, Bupati Gresik Langsung Beri Bantuan untuk Korban
Dalam kegiatan tersebut, Forkopimcam mengajak masyarakat untuk ikut serta menanam pohon lindung di lingkungan rumah masing-masing.
“Menjaga lingkungan bersih dan sehat adalah langkah penting untuk mewujudkan Ujungpangkah yang sejahtera,” ucapnya.
