INFOGRESIK – Menjaga keseimbangan antara ekonomi dan kesehatan mental menjadi hal yang penting untuk dipahami sejak dini. Namun, di tengah kehidupan yang serba cepat, tugas sekolah yang menumpuk, ekspektasi orang tua, pengaruh media sosial, hingga kondisi ekonomi keluarga sering kali membuat mental remaja terbebani.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Gresik Ricke Mayumi saat kegiatan Workshop & Talkshow bertema “Dampak Kesehatan Mental dalam Karir Masa Depan Remaja” yang digelar Ikatan Mahasiswa Gresik Universitas Negeri Surabaya (IMAGE UNESA) dan Forum GenRe Indonesia Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jumat (10/10/2025).
“Banyak remaja tidak sadar bahwa tekanan finansial bisa menjadi salah satu sumber tekanan mental,” ujar Ricke.
Anggota Komisi II DPRD Gresik itu menyebut bahwa di sinilah pentingnya literasi keuangan bagi remaja, seperti belajar mengatur keuangan saat jajan dan menyisihkan uang untuk menabung.
Baca juga: Gekraft dan Diskominfo Jatim Dorong Milenial Manfaatkan Digitalisasi untuk Tumbuhkan Ekonomi Kreatif
“Kontrol itu membuat mental kita jadi lebih siap menghadapi masa depan,” terangnya.
Lebih lanjut, kata Ricke, Pemerintah Kabupaten Gresik, termasuk DPRD, mempunyai perhatian besar terhadap hal ini. Melalui Komisi II yang membidangi ekonomi, keuangan, dan pembangunan daerah, DPRD berupaya menciptakan kebijakan yang bisa membuka lebih banyak peluang kerja dan mengurangi pengangguran, khususnya bagi generasi muda.
“Kami selama ini mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk aktif membuat pelatihan peningkatan soft skill dan pelatihan kewirausahaan,” tuturnya.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi memiliki hubungan langsung dengan kesehatan mental masyarakat.

“Ketika ekonomi daerah tumbuh dan lapangan kerja tersedia, orang tua bisa hidup lebih tenang, dan suasana rumah pun lebih positif,” jelasnya.
Gresik sendiri memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dari sektor industri dan pelabuhan, sampai UMKM, pertanian, perikanan, serta ekonomi kreatif yang mulai berkembang pesat. Banyak anak muda Gresik yang kini berani memulai langkah kecil: jualan online, bikin konten digital, atau bantu usaha keluarga.
“Kami berharap semangat berwirausaha ini bisa menjadi gerakan bersama. Bahwa anak muda Gresik tidak hanya siap mencari kerja, tapi juga siap menciptakan peluang kerja,” tutupnya.
