INFOGRESIK – Puluhan burung berbagai jenis dilepaskan warga yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wotan dengan Perum Perhutani KPH Tuban di sekitar hutan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Ketua LMDH Wotan Didik Sihabul Milah mengatakan, pelepasliaran burung ke habitat aslinya merupakan upaya melestarikan satwa sehingga tidak sampai punah.
“Ada tiga jenis burung yang kami lepas ke hutan, diantaranya jalak, kepodang, dan burung pemakan hama ulat,” katanya, Senin (5/8/2024).
Didik menyampaikan burung-burung yang dilepas diharapkan bisa kembali ke habitat sehingga dapat hidup dan berkembang biak secara alami.
“Semoga burung yang kami lepaskan ini bisa berkembang dan hidup secara bagus di habitatnya,” ucapnya.
Sementara itu, Administrator (ADM) Perum Perhutani KPH Tuban, Bayu Nugroho menyambut baik kegiatan ini.
Menurut dia, kolaborasi antara LMDH dan Perhutani harus terus ditingkatkan untuk menjaga hutan bersama-sama.
“Jika hutan ini dijaga akan berdampak baik terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Selain pelepasliaran satwa, ungkap Bayu, Perhutani melakukan upaya pemberdayaan masyarakat hal ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Kami juga berharap agar jangan sampai ada perburuan utamanya ke hewan yang dilindungi, mari bersama jaga hutan kita,” ujarnya.
Sebagai informasi, hutan di Kabupaten Gresik hanya ada di Kecamatan Panceng dengan luasan 1.024,30 Hektare dibawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Tuban.
Selain dihadiri pejabat Perhutani Tuban, kegiatan pelepasliaran satwa burung ini dihadiri Camat Mohammad Sampurno, Kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Panceng Edi Purwono dan masyarakat sekitar.
