INFOGRESIK – MTs Nurul Islam Pongangan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-32 dengan menggelar acara syukuran sekaligus meluncurkan buku antologi terbaru karya kepala sekolah dan siswa.
Salah satu karya yang resmi diluncurkan adalah buku berjudul Lintasan Waktu dan Pengabdian dari Desa untuk Indonesia yang ditulis oleh Kepala MTs Nurul Islam Pongangan, Luluk Mufidah, bersama para siswa.
Peluncuran buku tersebut menjadi bukti keberhasilan program literasi madrasah yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Sebelum terbitnya buku karya kepala sekolah tersebut, siswa kelas IX MTs Nurul Islam Pongangan juga telah berhasil menerbitkan empat buku. Tradisi literasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah, yang menargetkan setiap angkatan siswa mampu menghasilkan karya tulis dalam bentuk buku.
Baca juga: Talkshow Parenting, Upaya Yayasan Nurul Islam Gresik Ajak Siswa Bijak Bermedia Sosial
Peringatan harlah berlangsung khidmat dan dihadiri seluruh wali murid serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai kunci meraih kesuksesan.
“Berbakti pada orang tua, khususnya ibu, adalah kunci untuk menjadi manusia yang sukses,” ujarnya.
Tak hanya memberikan motivasi, Alif juga menguji mental dan hafalan para siswa dengan menantang 10 siswa untuk melakukan murojaah Juz Amma. Seluruh siswa yang maju berhasil menjawab tantangan tersebut dengan hafalan yang lancar.
Sementara itu, Kepala Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis madrasah dalam dunia pendidikan.
Baca juga: Lewat Manasik Haji, MTs Nuris Gresik Kenalkan Program Unggulan dan Ekstrakurikuler Modern
“Pendidikan agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak yang akan menjadi bekal bagi para calon pemimpin bangsa di masa depan,” ungkapnya.
Sebagai puncak acara sekaligus wujud rasa syukur atas perkembangan MTs Nurul Islam Pongangan, Muhammad Ali Faiq melakukan prosesi pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada H. Muhammad Syafik, kepala sekolah pertama MTs Nurul Islam.
Prosesi tersebut disaksikan Ketua Umum Yayasan, Ali Muchsin Djalil, serta Ketua Pembina Yayasan, KH Abdusshomad.
