INFOGRESIK – Dinas Pertanian Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik menggelar program “Gresik Krawu Enak” (Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan). Program yang berlokasi di Kebun Percobaan Dinas Pertanian Gresik ini memberdayakan Kelompok Ternak Mekarsari untuk mengolah kotoran domba menjadi pupuk kandang organik guna mendukung budidaya hortikultura.
Program tersebut mengintegrasikan sektor peternakan domba dengan pertanian secara berkelanjutan. Limbah kotoran domba diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang kemudian diaplikasikan langsung di lahan Kebun Percobaan Dinas Pertanian Gresik untuk meningkatkan kesuburan tanah tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengatakan program ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam mendorong konsep zero waste agriculture atau pertanian bebas limbah.
Baca juga: Menyulap Bau Menjadi Berkah, Kisah Sukses Kelompok Mekar Sari di Kebomas
“Kami ingin para peternak tidak hanya berfokus pada penjualan hewan ternak, tetapi juga mampu mengolah limbahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Sinergi pemanfaatan pupuk kandang domba ini menjadi solusi nyata untuk memulihkan kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi bagi petani hortikultura,” ujar Eko, Selasa (4/8/2026).
Pemanfaatan pupuk organik dari kotoran domba di Kebun Percobaan Dinas Pertanian Gresik terbukti mampu mendukung pertumbuhan berbagai komoditas hortikultura. Di lahan tersebut, Kelompok Ternak Mekarsari membudidayakan beragam tanaman, seperti kangkung, bayam, sawi, okra, dan komoditas sayuran lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, drh. Viki, menjelaskan bahwa kotoran domba memiliki kandungan unsur hara yang tinggi sehingga sangat baik dimanfaatkan sebagai pupuk organik, terutama untuk tanaman sayuran daun.
“Melalui Bidang Peternakan, kami mendampingi Kelompok Mekarsari agar proses fermentasi kotoran domba berjalan sempurna sehingga tidak merusak tanaman. Hasilnya dapat dilihat pada tanaman kangkung, bayam, sawi, hingga okra yang tumbuh subur dan sehat,” jelasnya.
Baca juga: Harapan Tinggi Peternak Gresik, Ubah Pola Tradisional Menjadi Modern Melalui Program “Krawu Enak”
Kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Baznas Gresik ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan ekosistem wirausaha bagi peternak lokal. Dinas Pertanian berperan sebagai penyedia lahan percobaan sekaligus pendamping teknis agribisnis, sedangkan Baznas memberikan dukungan permodalan melalui dana zakat produktif dengan tujuan mengubah status warga dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).
Perwakilan Baznas Kabupaten Gresik, M. Mujib, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut.
“Baznas Gresik hadir memberikan dukungan permodalan serta sarana pendukung bagi Kelompok Ternak Mekarsari. Melalui program Balai Ternak Baznas, kami optimistis sinergi antara usaha peternakan dan budidaya sayuran organik ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga binaan,” ujarnya.
