INFOGRESIK — Pengurus Daerah Persatuan Artis Dangdut dan Musisi Indonesia (PD PADMI) Kabupaten Gresik menggelar Festival Qosidah Tradisional Tingkat Kabupaten Gresik di GKB Convex, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam Damai Seru Festival Vol. 3.
Festival tersebut dinilai selaras dengan identitas Kabupaten Gresik yang dikenal sebagai Kota Santri dan memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Pulau Jawa. Melalui musik qosidah, nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gresik kembali diangkat dan dilestarikan.
Acara ini dihadiri Ketua PD PADMI Gresik Rizky Kusumawati, Ketua PW PADMI Jawa Timur Maya Christina, Anggota Komisi II DPRD Gresik Ricke Mayumi, serta Kepala Desa Yosowilangun Abdur Rosyid.
Sebanyak 12 grup qosidah dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik turut ambil bagian dalam kompetisi ini, yakni Elmira, Putri Condrodipo, New Rindu Rasul, Srikandi Bawean Putri, Fatimatun Nada, Jabal Rahmah, Amalah Qolbi, Annahdliyah, Ummatul Muttaqin, Nurul Islah, Panggres Nada, dan Bahrin Nada.
Festival dibuka oleh Ketua Panitia M. Hudi, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua PD PADMI Gresik Rizky Kusumawati. Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengatakan kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan PADMI kepada masyarakat sekaligus mendukung pelaku UMKM, penyanyi, dan musisi lokal.
“Kami ingin mengenalkan PADMI kepada masyarakat Gresik secara luas lewat Festival Qosidah Tradisional serta mendukung pelaku usaha UMKM, artis penyanyi, dan musisi yang ada di Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Menurut Kiki, festival ini juga merupakan upaya melestarikan seni musik qosidah sebagai salah satu warisan budaya Islam yang masih hidup di tengah masyarakat Gresik.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan hiburan religi bagi pengunjung Damai Seru Festival Vol. 3 yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 13 hingga 21 Juni 2026.
Baca juga: Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, DPRD Gresik Sebut Petronite Fest Bukti Kebermanfaatan Perusahaan
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi. Ia menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang dan menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan musik qosidah di tengah perkembangan zaman.
“Musik qosidah ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana syiar dan warisan budaya Islami yang harus kita jaga bersama. Saya mendukung kegiatan seperti ini agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai musik qosidah tradisional, sekaligus memberi ruang kreatif yang positif bagi para pelaku seni religi di Gresik,” tegasnya.
Para juara festival menerima trofi, sertifikat, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas penampilan mereka.
