INFOGRESIK – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Jalan KH Zubair, Desa Pulopancikan dan Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, dalam rangka menghadiri Haul ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf. Rangkaian kegiatan keagamaan besar ini berlangsung khidmat selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (2–3 Juni 2026).
Rangkaian haul tersebut diawali dengan pembacaan rauhah pada sore hari, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, pembacaan rauhah kembali, penampilan Hadrah Ahbaabul Musthofa Kabupaten Grobogan, dan ditutup dengan doa bersama. Acara ini berakhir sekitar pukul 22.00 WIB dengan situasi yang tetap kondusif.
Sejumlah ulama dan habaib ternama dari berbagai wilayah turut hadir dalam kegiatan religius tersebut, di antaranya Habib Zen Baharun dari Pondok Pesantren Dalwa, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Jindan, Habib Ismail Hadad, Habib Hasan Al Attos, Habib Umar Al-Hamid, Habib Salim Al Hadad Alhawi, serta Ketua Umum Rabithah Alawiyah Habib Taufik Assegaf.
Jalannya kegiatan akbar ini mendapat pengamanan ketat dari Polres Gresik Polda Jawa Timur. Ratusan personel diterjunkan ke lapangan untuk mengatur arus lalu lintas, menjaga ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada para jemaah yang datang dari berbagai penjuru.
Baca juga: Ribuan Orang Hadiri Puncak Haul Habib Abu Bakar Assegaf Gresik ke-68
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution turun langsung memantau jalannya kegiatan bersama sejumlah pejabat utama Polres Gresik. Di sela kegiatan, Kapolres juga melakukan pengecekan ke sejumlah posko pengamanan yang berada di sekitar kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik untuk memastikan kesiapan personel.
“Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap AKBP Ramadhan Nasution saat memantau lokasi.
Setelah seluruh rangkaian haul selesai tanpa ditemukan gangguan kamtibmas yang berarti, Kapolres Gresik menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang ikut menyukseskan acara tersebut.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh agama, masyarakat, serta personel yang bertugas sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan khidmat,” ujarnya.
Kisah Humanis di Sela Kegiatan Haul
Di tengah padatnya arus jemaah yang menghadiri rangkaian Haul Akbar ke-71 Habib Abu Bakar tersebut, sebuah kisah kemanusiaan yang mengharukan terjadi. Seorang jemaah lansia berusia 90 tahun bernama Ngarto, warga Desa Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, sempat terpisah dari rombongannya dan kebingungan mencari jalan pulang.
Baca juga: Lestarikan Warisan Leluhur, Pemdes Ngawen Kembali Gelar Haul Mbah Haji Sinari
Mbah Ngarto awalnya ditemukan petugas sedang duduk seorang diri di bawah lampu lalu lintas, bertepatan dengan adanya laporan jemaah hilang yang diterima panitia. Petugas kemudian membawanya ke Pos Sementara Haul di Simpang Empat GNI untuk beristirahat. Karena faktor usia, petugas sempat kesulitan menggali informasi terkait kendaraan rombongan yang ditumpanginya.
“Bapak hanya menyampaikan mobil warna putih. Saat kami tanya apakah naik bus, beliau jawab tidak. Ditanya sejenis Elf atau Hiace juga bukan. Baru ketika kami tanya apakah mobil pribadi atau mobil kecil, beliau menjawab iya,” ujar salah satu petugas yang terlibat dalam pencarian.
Polisi kemudian bergerak menyisir kantong parkir dan menyiarkan informasi melalui pengeras suara (public address). Upaya tersebut membuahkan hasil saat mobil rombongan ditemukan di kantong parkir terakhir, sementara pihak keluarga sedang cemas menunggu.
Ponidi, anak kandung Mbah Ngarto, mengaku sangat terharu dan bersyukur saat dipertemukan kembali dengan sang ayah di pos pengamanan haul.
Baca juga: Prabowo Subianto Kirim Sapi Kurban untuk Habib Abu Bakar Assegaf Gresik
“Saya, Ponidi, atas nama keluarga dan anak kandung dari Bapak Ngarto, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak-bapak polisi Gresik. Terima kasih sudah merawat, mencari, dan mempertemukan kembali orang tua kami dengan rombongan hingga bisa berkumpul lagi,” ungkap Ponidi dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi aksi penyelamatan jemaah haul tersebut, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menegaskan bahwa hal itu sudah menjadi bagian dari kewajiban pelayanan Polri di lapangan.
“Di samping melaksanakan tugas pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur acara haul, membantu sesama yang membutuhkan di lapangan merupakan kewajiban bagi setiap anggota Polri. Kami bersyukur Mbah Ngarto bisa kembali berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat walafiat,” pungkas AKP Nur Arifin.
