INFOGRESIK – Menjamurnya kendaraan dump truk bermuatan galian C di Kabupaten Gresik ternyata belum berdampak positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini menjadi sorotan kalangan legislatif.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengatakan banyaknya dump truk yang membawa muatan berlebih sangat merugikan masyarakat, seperti menyebabkan kerusakan jalan hingga kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.
“Terlebih di lapangan masih banyak ditemukan kendaraan dump truk yang tidak memasang pelat nomor polisi dan pajak kendaraannya mati,” ujarnya.
“Angkutan galian C saya yakin tidak memberikan PAD yang besar bagi Gresik. Ini juga menjadi catatan. Kami berulang kali sudah menyampaikan bahwa hal ini merupakan masalah serius yang harus segera dibenahi di Kabupaten Gresik,” ungkap Hamdi, Minggu (20/7/2025).
Ia mencontohkan kecelakaan tunggal dump truk di Jalan Raya Sembayat, Manyar, pada Sabtu (19/7/2025) sore saat berlangsungnya jam larangan beroperasi. Kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan sehingga mengakibatkan kemacetan panjang.
“Ini jelas merugikan masyarakat, khususnya para pengguna jalan. Bukan hanya sopir atau pemilik kendaraan,” kata politisi PKB tersebut.
Untuk itu, Hamdi mendukung aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar aturan, baik di wilayah Gresik utara maupun selatan.
“Kami berharap teman-teman Satlantas Polres Gresik mengambil langkah tegas,” harapnya.
