INFOGRESIK – Dalam dua hari terakhir, warga di Gresik utara harus pulang lebih lama. Jika kemarin ada truk trailer mogok di Jembatan Manyar, maka pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 16.20 WIB sebuah dump truk oleng dan terbalik di tengah Jalan Desa Sembayat, Kecamatan Manyar.
Video detik-detik dump truk bernomor polisi AG 8136 yang bermuatan tanah merah terbalik terekam jelas oleh kamera CCTV. Terlihat dump truk berwarna putih dan cokelat tersebut melaju dari arah utara menuju selatan (Manyar).
Sesampainya di depan gapura Desa Sembayat, dump truk tiba-tiba oleng ke kanan dan terbalik dengan ban belakang terlepas. Mirisnya, peristiwa ini terjadi saat sedang berlaku jam larangan operasional dump truk, yakni pukul 15.00–18.00 WIB, sekaligus momen Operasi Patuh Semeru 2025.
Tak pelak, kejadian ini langsung membuat masyarakat dan pengguna jalan geram. Terlebih, dampaknya menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Pantura tersebut.
“Kendaraan seperti ini yakin tidak lulus uji KIR. Sangat membahayakan orang lain. Namanya apes memang tidak ada yang mau, tetapi seharusnya pencegahan kejadian seperti ini dimulai dari pemilik kendaraan, baik perusahaan maupun perorangan. ODOL diterapkan juga bukan tanpa sebab, tetapi untuk meminimalkan kejadian fatal seperti ini. Mohon ditindak segera,” tulis akun Instagram @pr.pradeka di Infogresik.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera menyampaikan, usai menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan sistem buka tutup jalan. “Sudah ada petugas di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas,” kata Rizki.
Saat ditanya mengenai sanksi atas pelanggaran jam operasional yang dilakukan sopir dump truk, Rizki menyampaikan bahwa sementara ini pihaknya masih fokus pada evakuasi kendaraan terlebih dahulu.
“Utamakan masyarakat ramai sebagai prioritas utama,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, arus lalu lintas masih mengalami kemacetan.
