INFOGRESIK – Melihat tanah desa yang kurang terurus, Pemerintahan Desa (Pemdes) Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, bergerak cepat dengan membuat inovasi untuk menambah sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).
Salah satunya dengan membuat green house berisi tanaman melon yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Suci.
Sekretaris Desa (Sekdes) Suci, Mohammad Miftach, mengatakan pembuatan green house dan infrastruktur pendukung ini dibiayai dari Dana Desa (DD) tahun 2025 Rp50 juta.
“Di lahan ukuran sekitar 8 x 21 meter ini kami tanami melon berbagai jenis. Ada melon jenis kinanti, melon sweet net. Saat ini sudah mulai berbuah,” ujar Miftach, Selasa (24/6/2025).
Miftach menjelaskan total ada 420 tanaman melon yang ditanam dengan sistem hidroponik dan kekinian.
“Untuk penyiramannya tidak bisa sembarangan air, kami sterilkan dulu hingga PH (potensial of hydrogen) atau tingkat keasaman sesuai dengan kebutuhan tanaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam pengelolaan tanaman melon sistem green house, satu tanaman hanya dibiarkan maksimal dengan 2 buah agar buah melon bisa besar dan bagus.
“Jika dalam satu tanaman ada lebih dari 2 buah maka kelebihannya kami potong, kami sisakan satu buah agar bagus dan besar. Jika satu tanaman hanya ada satu buah kami biarkan,” kata Miftach.
Untuk masa tanam melon hingga panen, tambah Miftach, membutuhkan waktu tiga bulan. Dijadwalkan pada 27-28 Juli sudah masuk musim panen.
“Pada musim panen nanti kami akan adakan wisata petik buah, masyarakat bisa petik buah melon langsung baru ditimbang dan dibayar di tempat,” terangnya.
“Saat harga di pasaran melon 1 kg Rp26.000. Kami juga akan menggandeng supermarket untuk penjualan buah melon,” imbuhnya.
Diharapkan usaha BUMDes berupa green house tanaman melon semakin berkembang dan bisa meningkatakan PADes.
“Sehingga, bisa memberikan kontribusi untuk pembiayaan pembangunan di Desa Suci,” harapnya.
Tak hanya dimanfaatkan untuk green house, tanah desa juga digunakan untuk kebun dan lapangan sepak bola, kios, serta bumi perkemahan.
