INFOGRESIK – Wujud syukur atas limpahan hasil panen, Pemerintah Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik menggelar sedekah bumi dengan mengarak gunungan tumpeng berisi aneka hasil bumi keliling desa.
Total ada puluhan tumpeng dan lima ancak yang diarak keliling sejauh dua kilometer. Warga tumplek blek dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain diarak, ancak dan gunungan hasil bumi juga dilombakan dan dinilai oleh juri profesional yang didatangkan langsung dari Surabaya. Bagi juara satu berhak mendapatkan uang pembinaan tujuh juta rupiah.
Agar semakin meriah dan menghibur warga, lima ancak dan tumpeng agung berbentuk unik tersebut, diiringi tarian Reog Ponorogo.
“Sedekah bumi ini wujud syukur kita, karena hasil panen pertanian dan tambak melimpah. Kita bagikan ke warga kita, warga lain yang datang juga boleh,” kata Kades Cagak Agung
Sapa’at, usai gelaran tradisi sedekah bumi, Minggu (4/08/2024).
Sebenarnya, ada 30 Ancak dan tumpeng agung yang dilombakan. Namun, hanya lima ancak dan tumpeng agung yang memenuhi kriteria dan penilaian juri.
“Sebenarnya ada tiga puluh, namun hanya lima yang memenuhi kriteria dan diarak keliling. Tumpeng yang diperebutkan warga diyakini membawa berkah karena sudah didoakan. Warga yang juara lomba ancak dan tumpeng agung terbaik, dapat hadiah uang tujuh juta rupiah, hadiah langsung kita serahkan pemenang,” ungkapnya.
Sapa’at menambahkan, ancak dan tumpeng agung sengaja dilombakan dan diberi hadiah uang, agar warga lainnya termotivasi untuk ikut berpartisipasi di tahun berikutnya.
Sementara, Camat Cerme Umar Hasyim mengapresiasi tradisi sedekah bumi yang digelar Pemdes Cagak Agung. Menurutnya, tradisi sedekah bumi di Desa Cagak Agung harus dilestarikan. Pasalnya, dengan tradisi tersebut, warga semakin guyub rukun.
“Kami muspika kecamatan Cerme sangat mengapresiasi tradisi sedekah yang digelar desa Cagak Agung. Tradisi ini harus dilestarikan, karena membuat warga semakin guyub rukun, ” tutur Umar Hasyim Camat Cerme.
Sementara ancak dan tumpeng agung yang diperebutkan ratusan warga berisi hasil bumi, sayur sayuran dan buah-buahan. Seperti, kangkung, kacang panjang, tomat, timun, jagung, kacang, kentang, wortel, jeruk, apel, pisang, semangka, salak, pir, nanas dan melon.
Ula, seorang ibu yang rela berebut mengaku sangat senang, karena tradisi sedekah bumi, biasanya hanya membawa nasi ambeng didoakan kemudian dimakan bersama. Namun, sedekah bumi berebut hasil pertanian baru tahun ini.
“Dapat kacang panjang, nanas, sawi putih, nanti dimasak, dijual lagi jual gado-gado, senang sekali ini baru pertama kali, biasanya sedekah bumi hanya bawa ambeng didoakan terus makan bareng, sekarang ada ancak jadi rebutan,” ungkap Ula sumringah sambil menggendong sayur dan buah yang didapat dari rebutan.
