INFOGRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menggelar agenda rutin Kajian Ramadan dan buka puasa bersama di kampus setempat, Jumat (6/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Rektor UM Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, menekankan pentingnya memaknai Ramadan tidak hanya sebagai ibadah ritual personal, tetapi juga sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.
Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan Spirit of Excellence: Menjadi Pribadi Muttaqin yang Unggul” ini dirangkai dengan pemberian santunan senilai Rp40 juta kepada 55 anak yatim dan empat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Gresik.
Sebagai bentuk sinergi antara akademisi dan media, Rektor UM Gresik juga memberikan sertifikat penghargaan kepada sejumlah jurnalis di Gresik. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif media dalam menyebarluaskan informasi positif mengenai perkembangan pendidikan di daerah tersebut. Salah satu penerima penghargaan adalah Khanif Rosidin dari media Infogresik.
Baca juga: Ubah Limbah Kulit Buah Jadi Sabun, Tim KKN UMG Beri Pelatihan di Desa Talunblandong
Prof. Khoirul Anwar menyampaikan bahwa Ramadan harus menjadi momentum bagi civitas akademika untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, solidaritas sosial merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai ibadah di bulan suci.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim serta lembaga kesejahteraan sosial. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kajian Ramadan yang diselenggarakan bertujuan membentuk integritas civitas akademika agar selaras dengan semangat keunggulan kampus.
“Melalui kajian ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan unggul,” tutur Prof. Khoirul.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Gresik, Fityan Izza Noor Abidin, menegaskan komitmen rektorat dalam meningkatkan kualitas akademik dan infrastruktur kampus. Menurutnya, perbaikan akreditasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama.
Baca juga: Hubungkan Pemerintah, Industri, dan Kampus, UMG Gelar Forum Bisnis Nexus 2026
“Kami bersama Pak Rektor dan jajaran rektorat sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas akademik UM Gresik. Ketika berbicara akademik, maka yang dibenahi mulai dari akreditasi, kualitas SDM hingga output lulusan harus terus meningkat,” jelas Fityan.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kualitas universitas secara menyeluruh menjadi syarat penting untuk merealisasikan target jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur fisik dan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran.
