INFOGRESIK – Seorang pria asal Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, bernama Farihin, 41 tahun, ditemukan tewas gantung diri pada Minggu (9/2/2025) sore. Bapak satu anak ini diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran masalah ekonomi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Farihin pertama kali ditemukan oleh istrinya bernama Nurul Maulidah (30), sekitar pukul 16.30 WIB di bangunan kosong di samping rumah orang tua korban.
Dari keterangan Nurul Maulidah, Farihin sekitar pukul 07.30 WIB berada di rumah, Jalan Margojoyo RT 002 RW 001 Desa Kisik, Kecamatan Bungah. Saat hendak pergi, sang suami berpamitan pergi untuk mencari uang.
“Aku kate golek duit (aku mau cari uang, red),” tutur Nurul menceritakan saat Farihin berpamitan.
Setelah itu, Nurul berangkat ke acara Tahlil Akbar di Desa Sidomukti, Kec. Bungah dan kembali ke rumah sekitar pukul 12.00 WIB. Dua jam berselang Ia dihubungi adik iparnya bernama Lilik Hamidah melalui telepon. Meminta agar Nurul ke rumah mertuanya yang hanya berbeda gang.
Sesampainya di rumah tersebut, istri korban melihat ibu mertuanya pingsan dan dibawa ke Klinik Mabarot MWC NU Bungah, karena memikirkan korban yang saat itu sedang ada masalah perekonomian keluarganya.
“Nurul kemudian mencoba mencari Farihin. Akan tetapi tidak ada. Baru ketika mencari di bangunan samping rumah, Nurul kaget dan berteriak mendapati sang suami tergantung di pintu yang menghubungkan rumah mertuanya dengan bangunan kosong,” kata Kapolsek Bungah, Suja’i, Selasa (11/2/2025).
Teriakan Nurul didengar oleh Lilik Hamidah dan M. Safiil Anam serta warga. Mereka berusaha menolong Farihin, namun korban sudah tidak bernafas.
Suja’i menyampaikan bahwa korban memang beberapa kali meminta untuk dibelikan tali tampar dengan alasan yang tidak jelas. Akan tetapi oleh keluarganya tak dihiraukan dan dianggap bercanda.
“Diduga korban nekat gantung diri karena masalah ekonomi,” terangnya.
Mendapat laporan dari warga, anggota Polsek Bungah langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, ditemukan seutas tali tampar berwarna biru dan sebuah tong ukuran 30 liter yang diduga digunakan korban untuk melakukan aksi bunuh diri.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga melakukan visum terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya.
Jenazah Farihin selanjutnya dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keluarga korban menolak dilakukan otopsi dan mengikhlaskan kepergian korban yang merupakan musibah serta tidak akan menuntut siapapun.
