INFOGRESIK – Demi mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam membantu para siswa mendapatkan makanan bergizi gratis, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (YPPP) Al-Muniroh Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mulai membangun Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) sebagai salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pembangunan Dapur MBG ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muniroh, Romo KH. Mahmudi Ambar, pada Senin (22/9/2025).
Dapur MBG ini ditargetkan dapat melayani sekitar 3.000 hingga 3.500 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Ujungpangkah.
Ketua Umum YPPP Al-Muniroh, Hj. Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa pembangunan dapur ini menggunakan konsep hybrid, yakni tidak membangun dari nol, melainkan merehabilitasi kantin sekolah yang sudah ada agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Proyek ini ditargetkan selesai awal Oktober, dan diharapkan bisa beroperasi pada akhir Oktober atau awal November 2025,” katanya.
Uswatun Hasanah menyampaikan, hadirnya Dapur MBG diharapkan segera memberi manfaat luas, khususnya bagi siswa-siswi, pendidik, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang berhak menerima.
“Dengan adanya dapur ini, program pemerintah untuk perbaikan gizi dan penanganan stunting bisa segera dirasakan di Kecamatan Ujungpangkah,” ujarnya.
Selain mendukung peningkatan gizi, Uswatun juga menegaskan bahwa Dapur MBG akan memberdayakan masyarakat sekitar. Bahan baku makanan nantinya diprioritaskan dari potensi ekonomi lokal, sehingga bisa membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan roda perekonomian hingga ke desa-desa.
Baca juga: Ponpes Al-Muniroh Ujungpangkah Bagikan Ratusan Paket Sahur untuk Warga Rutan Kelas IIB Gresik
Senada, Anggota DPRD Gresik dari dapil Ujungpangkah–Sidayu, Muhammad Kurdi, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini, apalagi MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Legislatif tentu mendukung program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah pusat, apalagi jika manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat di Gresik,” ungkap politisi Gerindra tersebut.
