INFOGRESIK – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mendorong pemerintah desa berperan aktif dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat suplai bahan baku pangan lokal.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Kampung Bandeng di Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (27/1/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menko Zulhas menekankan pentingnya ketersediaan ikan dari sentra-sentra budidaya seperti Gresik untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Ia berharap potensi besar Kampung Bandeng dapat terintegrasi dengan agenda ekonomi kerakyatan pemerintah.
“Saya berharap bandeng hasil perikanan yang ada di desa ini bisa mendukung pasokan ikan untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Desa ini dikenal sebagai tempatnya bandeng,” kata Zulhas.
Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan komitmen pemerintah pusat dalam membangun infrastruktur perikanan secara masif guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah akan membangun 20 ribu hektare tambak ikan pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Ribuan tambak ikan itu dipastikan mampu memenuhi kebutuhan 82,9 juta porsi bagi penerima manfaat MBG pada 2026,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pangkahwetan, Saifullah Mahdi, melaporkan bahwa produktivitas perikanan di wilayahnya terus mengalami peningkatan. Saat ini, produksi bandeng desa setempat mencapai 25 ribu ton per tahun, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya 15 ribu ton per tahun.
“Hasil produksi bandeng kami meningkat drastis, dari sebelumnya 15 ribu ton per tahun kini telah mencapai 25 ribu ton per tahun,” papar pria yang akrab disapa Sandi ini.
Meski permintaan domestik sangat tinggi hingga menyerap seluruh hasil panen, pihak desa menyatakan kesiapan untuk menjadi pemasok protein utama bagi program MBG. Mahdi menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan inovasi pengolahan agar ikan bandeng aman dan nyaman dikonsumsi oleh anak-anak.

“Kami sedang mencari formulasi pengolahan yang tepat. Karena bandeng memiliki banyak duri yang rentan bagi anak-anak, kami berencana mengolahnya menjadi bandeng presto atau otak-otak agar lebih aman dikonsumsi dalam menu MBG,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi. Ia menilai hilirisasi perikanan di kawasan pesisir seperti Pangkahwetan merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana desa mampu tumbuh mandiri dengan mengoptimalkan sumber daya lokal,” ucap Ricke.
