INFOGRESIK – Tewasnya asisten masinis Kereta Api (KA) Jenggala dalam insiden temperan dengan truk trailer bermuatan log kayu di perlintasan rel km 7+600 atau Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 11 di Jalan Darmo Sugondo, Kelurahan Tenggulunan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, membuat banyak pihak prihatin.
Tak terkecuali, Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi. Menurutnya, insiden kecelakaan kereta jalur Stasiun Indro menuju Stasiun Kandangan Surabaya dapat dihindari, andai palang pintu perlintasan ada penjaganya.
“Dari informasi yang saya dapat di situ memang tidak ada penjaganya. Ini tentu berbahaya bila ada kereta yang melintas,” ungkap Ricke kepada Infogresik, Rabu (9/4/2025).
Untuk mengatasi persoalan ini agar tidak terjadi lagi, lanjut Ricke, perlu ada kolaborasi semua pihak, baik PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dishub Gresik, Forkompincam Kebomas dan perusahaan penerima manfaat perlintasan. Mulai dari kendaraan perusahaan hingga lalu lintas karyawan.
“Perusahaan harus punya rasa tanggung jawab dan tak bisa mau enaknya saja. Sebab di daerah lain banyak perusahaan juga membantu pembuatan pos jaga melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility, red),” tegas Dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil 1) Kecamatan Gresik dan Kebomas.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa, dukungan perusahaan swasta terhadap pemerintah daerah sangatlah penting mengingat saat ini sedang ada efisiensi anggaran.
Tak hanya itu, penutupan jalan di KM 7+600 atau JPL 11 sebagai buntut kecelakaan, tentu sedikit banyak berdampak pada arus lalu lintas perusahaan sekitar. Terutama PT Garam dan PT Jatisari.
“Belum lagi urusan tuntutan ganti rugi yang dilayangkan kecelakaan PT KAI Daop 8 Surabaya kepada perusahaan dan sopir truk,” ucapnya.
Ricke berharap, agar penanganan perlintasan tanpa palang pintu dan penjagaan di beberapa titik di Gresik harus jadi prioritas. Sehingga peristiwa kecelakaan maut tak kembali terulang.
“Harus cepat diputuskan, agar tidak ada kejadian seperti ini berulang. Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, karena meninggal dalam keadaan bertugas, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tabrakan KA Jenggala dengan truk trailer bermuatan log kayu terjadi pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 19.35 WIB di Kelurahan Tenggulunan Kebomas.
Kapolsek Kebomas Kompol Gatot mengatakan, ada dua korban sudah dievakuasi ke rumah sakit. Dia menambahkan, saat kecelakaan kondisi kedua korban terjepit kayu.
“Ketika diperiksa di RS Semen Gresik, satu korban bernama Abdillah Ramdan, Asisten Masinis, meninggal dunia. Sedangkan korban Purwo Pranota, Masinis, alami luka berat,” ucapnya.
Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, menyampaikan bahwa rel perlintasan yang menghubungkan Kelurahan Tenggulunan dengan Desa Karangkiring sudah ada palang pintunya. “Namun hingga saat ini belum ada penjaganya,” ujarnya.
Pihak KAI Daop 8 Surabaya memastikan akan membawa kasus ini ke jalur hukum dan menuntut ganti rugi kepada pengusaha serta pengemudi truk trailer penyebab kecelakaan. Saat ini sudah dilakukan penutupan jalan dengan pagar beton demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
