INFOGRESIK – DPRD Kabupaten Gresik menyepakati lima tuntutan aliansi mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan Revisi UU TNI. Kesepakatan itu tertuang dalam fakta integritas yang ditandatangani bersama.
Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, bahkan turun langsung menemui ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Gresik. Tampak kedua pimpinan dewan ini mengajak mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya untuk berdialog.
“Hari ini saya sampaikan kepada semua massa aksi, kami di DPRD Gresik bersama mahasiswa dengan ini membuat fakta integritas sebagai tanggung jawab kami dalam mengawal tuntutan terkait pengesahan UU TNI,” kata Syahrul Munir di depan ratusan mahasiswa, Senin (24/3/2025).
Kendati DPRD Gresik tidak memiliki kewenangan untuk menolak pengesahan revisi UU TNI. Namun politisi muda yang juga mantan aktivis PMII itu berkomitmen untuk meneruskan tuntutan mahasiswa ke DPR RI.
“DPRD Gresik tidak memiliki kewenangan untuk menolak pengesahan revisi UU TNI, karena itu wewenang DPR RI. Kami akan sampaikan. Saya yang tanda tangani. Silakan kalian saksikan,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang berlangsung sejak siang itu menarik perhatian publik. Massa aksi menganggap revisi UU TNI berisiko mengaburkan batas, antara ranah militer dan sipil. Sehingga mengancam demokrasi dan supremasi sipil.
Kalangan mahasiswa pun mendesak DPRD Gresik untuk mengambil sikap tegas dengan menolak revisi tersebut, dengan menunjukkan keberpihakan dan menyuarakan aspirasi mereka ke tingkat pusat.
“Kami tegas menolak UU TNI, karena dapat mencederai demokrasi dan sumpermasi sipil di Indonesia. Cabut UU TNI, kembalikan Undang-Undang sesuai dengan kedaulatan rakyat,” teriak Koordinator Aksi, Moch. Faiz Murtadlo.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung kondusif. Puluhan personel Polres Gresik disiagakan untuk mengawal jalannya unjuk rasa. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu juga hadir di lokasi, memastikan situasi tetap aman.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi demontrasi tersebut berasal dari beberapa kampus, di antaranya adalah Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Qomaruddin, Universitas Al-Falah dan beberapa kampus lain.
