INFOGRESIK – DPRD Gresik akhirnya menggelar hearing dengan sejumlah pihak terkait maraknya truk yang melanggar aturan hingga menyebabkan banyak orang meninggal dunia.
Bertempat di ruang Paripurna DPRD Gresik, rapat yang dipimpin Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir ini diikuti perwakilan 36 perusahaan, Satlantas Polres Gresik, Dinas Perhubungan, DPM-PTSP, dan Satpol PP.
Syahrul Munir memulai rapat dengan bercerita bahwa dirinya baru saja mendatangi rumah duka pasangan suami istri yang kehilangan balita berusia 4 tahun karena tertabrak truk di Jalan Veteran Gresik.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan rasa duka atas banyaknya korban kecelakaan yang disebabkan truk.
“Ini menyayat hati. Apakah kita akan terus membiarkan tragedi ini terjadi?” ujarnya bersedih.
Berdasarkan data kepolisian, bulan lalu jumlah kecelakaan di Gresik adalah yang tertinggi di Jawa Timur. Salah satu penyebab kecelakaan tersebut melibatkan truk yang melanggar aturan.
Syahrul Munir menegaskan, persoalan ini bukan masalah sepele. Ini adalah masalah besar yang menyangkut nyawa manusia.
“Kita semua, baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat, harus bersama-sama bertanggung jawab untuk menghentikan tragedi ini,” tegasnya.
Dalam rapat ini, diputuskan ada lima rekomendasi yang harus dilakukan, yakni Dishub dan polisi harus membuat rekayasa lalu lintas, peta jalan, dan memperbesar rambu jam operasional serta meningkatkan kegiatan penindakan.
Selanjutnya, Dishub Gresik harus memperbanyak kantong parkir di semua wilayah dan perusahaan wajib memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para sopirnya.
“Kami minta Dishub membuat timeline pelaksanaan seluruh rekomendasi tersebut maksimal awal tahun 2025 harus terealisasi,” kata pria asal Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar tersebut.
