INFOGRESIK – Semilir angin laut menerpa kawasan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026). Di antara hamparan lumpur pesisir dan deburan ombak yang tenang, riuh suara warga serta tawa anak-anak memecah kesunyian.
Hari itu bukan hari biasa bagi warga Randuboto. Berbekal sekop dan semangat, mereka berkumpul untuk menanam 10.000 bibit mangrove.
Aksi penyelamatan lingkungan ini tidak berdiri sendiri. Di sudut lain desa, tepatnya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Brang Wetan Island, Dusun Tanjungsari, penanaman pohon juga dilakukan secara serentak. Sebanyak 1.000 pohon cemara udang sengaja dipilih untuk ditanam di kawasan sabuk hijau tersebut.
Jenis pohon ini dikenal tangguh menghadapi angin laut yang mengandung garam, cepat tumbuh, dan mampu membantu mencegah erosi pantai.
Baca juga: Puji Inovasi Biopori Desa Randuboto, Bupati Gus Yani: Ini Bisa Dicontoh Desa Lain
Gerakan penghijauan masif ini diinisiasi oleh PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited, bersama SKK Migas Jabanusa dan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Randuboto. Bagi perusahaan, aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi ekologis jangka panjang.
VP SCM & Business Support PCK2L, Fery Sarjana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui penanaman 10.000 bibit mangrove ini, kami berharap dapat memperkuat ketahanan kawasan pesisir sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Pelibatan anak-anak dalam penanaman cemara udang juga menjadi pemandangan yang menyentuh. Sejak dini, jemari kecil mereka diajak bersentuhan langsung dengan tanah, memupuk kepedulian terhadap alam sekitar.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PCK2L dalam menjalankan program-program sosial yang memberikan nilai nyata bagi komunitas di sekitar wilayah operasi kami,” terang Fery.
Langkah ini membawa harapan besar bagi warga Randuboto. Berdasarkan perhitungan dasar untuk jenis Rhizophora mucronata, penanaman 10.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare diproyeksikan mampu menyerap sekitar 6,5 ton CO₂ ekuivalen per hektare setiap tahunnya.
Baca juga: Bersama Wilmar Nabati, DLH Gresik Tanam 1.000 Mangrove di Kawasan Pesisir
Bagi bumi yang tengah didera perubahan iklim, angka tersebut menjadi sumbangan napas segar yang sangat berharga. Sementara bagi warga setempat, benteng hijau ini menjadi pelindung permukiman dari abrasi sekaligus habitat bagi ikan dan kepiting.
Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan apresiasinya atas konsistensi PCK2L yang telah mendampingi desa tersebut selama lebih dari lima tahun. Saat ini, Randuboto memiliki kawasan konservasi mangrove seluas 200 hektare yang dirawat bersama masyarakat.
“Penanaman mangrove dan pohon menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir,” ujarnya.
Andhi menekankan betapa krusialnya ekosistem tersebut bagi kelangsungan hidup warga yang mayoritas menggantungkan hidup pada laut.
“Kegiatan ini tentu bermanfaat bagi lingkungan pesisir, apalagi warga kami menggantungkan hidup di laut,” tuturnya.
Sinergi tersebut memicu optimisme dari berbagai pihak yang hadir. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, melihat kolaborasi ini sebagai contoh bagaimana industri hulu migas dapat beroperasi berdampingan dengan upaya menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.
“Program penanaman mangrove seperti ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis melalui perlindungan kawasan pesisir dan penyerapan karbon, tetapi juga menjadi contoh sinergi yang baik dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Harapan senada disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Melalui Kepala Bidang Pertamanan Maya Iswati yang mewakili Kepala DLH Gresik Sri Subaidah, pemerintah daerah menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim hanya dapat dihadapi jika seluruh elemen, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat, bergerak bersama.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan berharap aksi penanaman mangrove terus berlanjut sehingga memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat pesisir,” ucapnya.
