INFOGRESIK – Deru kendaraan dan himpitan bangunan beton khas perkotaan biasanya identik dengan polusi dan kesibukan. Namun, begitu melangkahkan kaki ke Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, suasana kontras langsung terlihat.
Di tengah kawasan perkotaan, Kelompok Ternak Mekar Sari hadir sebagai salah satu contoh peternakan yang dikelola secara modern.
Bayangan tentang kandang kambing tradisional yang identik dengan aroma menyengat, becek, dan kumuh seketika runtuh. Saat memasuki area peternakan, kandang terlihat tertata rapi, bersih, dan terawat. Bahkan, limbah ternak yang dihasilkan mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Transformasi tersebut tidak terjadi dalam semalam. Awalnya, kelompok ternak ini dibentuk oleh Baznas Gresik untuk memberdayakan mustahik melalui usaha peternakan kambing dan domba.
Baca juga: Tinjau Festival Kambing Qurban Grissee, Kapolres Gresik Kagumi Potensi Peternak Lokal
Melalui program pemberdayaan tersebut, masyarakat yang awalnya membutuhkan uluran tangan kini bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal yang produktif dan mandiri.
Ketua Kelompok Ternak Mekar Sari, Soleh, menceritakan perjalanan kelompoknya yang kini telah berkembang menjadi salah satu usaha peternakan di kawasan perkotaan. Menurut Soleh, saat ini kelompoknya memelihara ratusan ekor kambing dan domba.
Kelompok Mekar Sari tidak hanya mengandalkan penjualan hewan kurban. Kelompok tersebut juga mengembangkan usaha katering aqiqah serta memproduksi pupuk organik dari limbah kotoran ternak.
Mereka membuktikan bahwa peternakan di kawasan perkotaan dapat berjalan beriringan dengan kebersihan lingkungan melalui penerapan konsep ekonomi sirkular dan minim limbah (zero waste).
“Kotoran yang sebelumnya dianggap limbah kini kami olah menjadi pupuk organik sehingga memiliki nilai ekonomi. Jadi, tidak ada yang terbuang sia-sia,” kata Soleh, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Miliki Populasi 192 Ribu Ekor, Pemkab Gresik Bidik Potensi Besar Hilirisasi Kambing-Domba
Ia memastikan hewan yang dipasarkan dari peternakannya telah melalui pengawasan kualitas agar tidak mengecewakan pelanggan. Domba yang dipelihara juga memenuhi standar untuk kebutuhan konsumsi, kurban, maupun aqiqah.
“Populasi ternak saat ini sudah mencapai ratusan ekor dan terus kami tingkatkan kualitasnya,” katanya.
Salah satu kunci pengembangan Kelompok Ternak Mekar Sari adalah keterbukaan para peternak dalam mengadopsi pengetahuan dan inovasi baru.
Untuk meningkatkan kapasitas peternak, Dinas Pertanian Gresik turut memberikan edukasi melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Mengubah Limbah Ternak Menjadi Berkah”. Sinergi antara pemerintah dan peternak tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan peternakan, termasuk dalam pemanfaatan limbah.
Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anandito Putro, mengatakan pengembangan sektor peternakan tidak hanya berfokus pada hasil ternak, tetapi juga pengelolaan limbah melalui hilirisasi. Konsep tersebut dinilai mampu menciptakan siklus usaha minim limbah.
Baca juga: Inovasi Peternakan Kambing BUMDes Kedanyang Makmur, Dari Rp20 Juta Menuju Desa Mandiri
“Hilirisasi kambing ini diperlukan, baik dari sisi ternaknya maupun limbahnya. Semuanya memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Keberhasilan Kelompok Mekar Sari juga mendapat perhatian dari anggota legislatif. Anggota DPRD Gresik, Ricke Mayumi, mengapresiasi pengelolaan peternakan yang mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru.
Menurut Ricke, potensi usaha yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada penjualan hewan kurban. Pemasaran layanan dan produk Kelompok Mekar Sari juga perlu diperluas agar semakin dikenal masyarakat Kota Pudak.
“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan layanan aqiqah atau untuk hajatan, bisa memesan di Mekar Sari. Kami mendukung program UMKM agar terus berkembang,” ucap perempuan yang akrab disebut Srikandi UMKM tersebut.
Politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan DPRD akan terus mendorong program pemerintah dalam memberikan pelatihan dan meningkatkan kapasitas para peternak.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, PT Smelting Bantu Kelompok Peternak Sapi
“Harapannya, urban farming seperti ini terus maju, meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Gresik,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Gresik M. Ainul Yaqin turut memberikan dukungan terhadap pengembangan peternakan terpadu. Pria yang akrab disapa Kaji Ain itu mengapresiasi pengelolaan limbah ternak yang telah berjalan di Dusun Srembi.
“Pengelolaan limbah ternak jika dilakukan secara maksimal tentu bisa menghasilkan nilai ekonomi. Kotoran kambing sendiri bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik,” tuturnya.
Dari sebuah peternakan di sudut kawasan perkotaan, Kelompok Ternak Mekar Sari kini menjadi contoh bagaimana ketekunan, pengetahuan, dan inovasi mampu mengubah persoalan limbah menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung kemandirian peternak.
