INFOGRESIK – Inovasi tak mengenal usia. Frasa ini tepat disematkan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kedanyang Makmur di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Meski baru berdiri sekitar lima bulan, tepatnya sejak akhir Agustus tahun ini, BUMDes ini telah mengambil langkah berani dengan menjadikan sektor peternakan kambing sebagai jangkar utama usahanya, dengan target jelas yakni menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Berangkat dari modal awal Rp20 juta yang digulirkan oleh pihak desa, BUMDes Kedanyang Makmur menunjukkan efisiensi pengelolaan. Dana tersebut digunakan untuk membeli lima ekor kambing jenis Jawa Randu senilai Rp12,5 juta dan pembangunan kandang ternak yang menelan biaya Rp5 juta. Hal ini menyisakan dana cadangan Rp2,5 juta.
Direktur BUMDes Kedanyang Makmur, Nanda Ferry Abdillah (26), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi konkret untuk meningkatkan PADes.
“Kambing yang kita beli ini kita coba lakukan Breeding atau pengembangbiakan, serta Fattening atau Penggemukan hewan ternak,” kata Nanda, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Peringati Hari Pangan Sedunia, Warga Kedanyang Serbu Pasar Murah
Model operasional yang diterapkan BUMDes ini sangat memberdayakan warga setempat. Pengelolaan ternak dilakukan oleh petani desa melalui sistem ‘Gaduh’ atau bagi hasil, sebuah praktik tradisional yang memastikan keterlibatan aktif masyarakat.
BUMDes menjamin bahwa kondisi seluruh hewan ternak yang dipelihara selalu dalam keadaan sehat.
Namun, mengelola peternakan di lokasi yang berdekatan dengan area tambak ikan warga, atau sekitar 1 km berbatasan dengan BBWS, bukannya tanpa tantangan.
Salah seorang petani muda yang dipercaya mengelola kandang, Rif’an Dwi Kurniawan (23), mengakui tantangan terbesar datang saat musim kemarau, terutama dalam hal penyediaan pakan.
“Selama ini kami tidak pernah beli pakan, dan mengandalkan dari mencari Ramban atau tanaman liar yang ada di sekitar,” terang Rif’an.
Ketergantungan pada pakan alami atau mencari rumput (ngarit) menjadi kunci efisiensi biaya, sekaligus tantangan fisik bagi para pengelola muda ini.
Ke depan, BUMDes Kedanyang Makmur berencana menjadikan peternakan kambing mereka sebagai pusat penyediaan hewan ternak bagi warga desa. Bagi masyarakat yang membutuhkan kambing untuk hajatan maupun kurban, BUMDes siap menyediakannya.
Baca juga: Manfaatkan Tanah Desa, Pemdes Suci Manyar Buat Green House Tanaman Melon
“Warga bisa membeli di Peternakan kambing milik BUMDes Kedanyang Makmur sesuai selera dengan kondisi sehat, dan dengan harga yang kompetitif, terutama bagi warga Desa Kedanyang sendiri,” ujar perwakilan BUMDes.
Selain sektor peternakan, BUMDes Kedanyang Makmur juga mulai merambah bidang kuliner, dengan menyediakan aneka jajanan tradisional untuk berbagai macam acara dan hajatan. Diversifikasi ini menunjukkan ambisi BUMDes untuk membangun fondasi ekonomi desa yang kuat.
Dengan menggabungkan inovasi, pemberdayaan petani muda, dan pengelolaan modal yang efisien, harapan besar disematkan pada BUMDes Kedanyang Makmur yakni menjadikan Desa Kedanyang sebagai desa yang mandiri dan secara signifikan meningkatkan PADes.
