INFOGRESIK — Yayasan Nurul Islam Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, menggelar workshop untuk meningkatkan kompetensi 170 guru menjelang tahun ajaran baru. Kegiatan bertajuk Inspirational Teachers and Super Team tersebut berlangsung di Hotel Horison GKB Gresik, Minggu (12/7/2026).
Peserta workshop merupakan tenaga pendidik jenjang MI, MTs, hingga SMK di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Pihak yayasan menghadirkan trainer internasional Nafik Palil untuk memberikan energi positif sekaligus menyatukan visi seluruh lembaga pendidikan.
Ketua Yayasan Nurul Islam, Ali Muchsin, mengatakan peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dalam menghadirkan pola pembelajaran yang lebih modern. Perubahan dunia pendidikan saat ini juga menuntut guru dan tenaga kependidikan untuk memperkuat kolaborasi.
Baca juga: Talkshow Parenting, Upaya Yayasan Nurul Islam Gresik Ajak Siswa Bijak Bermedia Sosial
“Kami mendatangkan trainer internasional Nafik Palil untuk menyinergikan tiga lembaga beserta seluruh pegawai agar memiliki energi positif sebelum MPLS dan kegiatan belajar mengajar dimulai,” kata Ali.
Ali menilai, keberhasilan sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam proses pendidikan. Pihak yayasan berkomitmen menyeimbangkan pembentukan karakter dengan pengembangan keterampilan siswa.
“Target kami jelas, yakni mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan memiliki adab yang baik. Di sisi lain, kami akan terus mengasah keterampilan siswa sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain itu, Yayasan Nurul Islam menetapkan target khusus bagi siswa jenjang MI. Setiap siswa diharapkan mampu menghafal Al-Qur’an, minimal Juz 30, sebelum menyelesaikan pendidikan.
“Untuk jenjang MI, kami menargetkan anak-anak sudah bisa tahfiz atau minimal hafal Juz 30 saat lulus,” jelas Ali.
Baca juga: Peringati Harlah ke-32, MTs Nurul Islam Pongangan Luncurkan Buku Karya Kepala Sekolah dan Siswa
Sementara itu, Kepala MI Nurul Islam, Farida Rahmawati, menyampaikan workshop tersebut mengajak seluruh peserta untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi di lingkungan yayasan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul, agamis, serta memiliki ilmu yang dapat diterapkan pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Materi yang kami terima dalam workshop ini akan kami terapkan kepada anak didik saat MPLS atau Matamuda, Masa Ta’aruf Murid Madrasah,” pungkas Farida.
