INFOGRESIK – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik memastikan ratusan jemaah umrah asal Gresik yang saat ini berada di Tanah Suci dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Kepala Kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menyebutkan bahwa berdasarkan data yang ada, terdapat 222 jemaah umrah asal Gresik yang masih menjalankan ibadah dan terus dipantau keselamatannya.
“Berdasarkan data yang ada, sekitar 222 jemaah umrah asal Gresik saat ini masih berada di Tanah Suci dan dalam keadaan aman,” kata Lulus pada Selasa (3/3/2026).
Lulus menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan jemaah tetap terlindungi. Meski demikian, melihat situasi global yang kian memanas, Kemenhaj Gresik mengeluarkan kebijakan untuk menunda keberangkatan jemaah baru.
Ia menyatakan telah mengeluarkan imbauan resmi bagi calon jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar mempertimbangkan situasi keamanan internasional.
Baca juga: Kuota Haji Gresik 2026 Jadi 2.846 Jemaah, Antrean Terpangkas 7 Tahun
“Langkah ini diambil untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah, melihat situasi di Timur Tengah yang kian memanas,” ucapnya.
Mengenai jumlah total jemaah yang terdampak kebijakan penundaan ini, pihak Kemenhaj mengakui adanya kendala administratif. Hal ini dikarenakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) tidak memiliki kewajiban melapor secara berkala ke tingkat kabupaten.
“Jemaah umrah dari Kabupaten Gresik sampai hari ini belum memiliki data yang akurat karena PPIU setiap keberangkatannya tidak perlu melaporkan jemaah ke Kemenhaj kabupaten,” ujarnya.
Sebagai penutup, Lulus meminta masyarakat, khususnya calon jemaah, untuk bersabar demi keselamatan.
“Kami berharap para calon jemaah dapat memahami situasi global saat ini dan mengutamakan keselamatan hingga kondisi di Timur Tengah kembali kondusif,” ungkapnya.
