INFOGRESIK – RS Randegansari Husada Driyorejo menegaskan komitmennya dalam menyediakan ruang aman bagi masyarakat yang ingin lepas dari jerat narkotika tanpa rasa takut akan stigma sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama resmi dengan BNNP Jawa Timur yang ditandatangani pada Selasa (21/4/2026).
Rumah sakit yang berada di wilayah Gresik ini mengedepankan pendekatan medis yang humanis, dengan menempatkan penyalahguna narkoba sebagai pasien yang membutuhkan pertolongan, bukan pelaku kriminal.
Direktur RS Randegansari Husada, dr. Titik Maimanah, M.Kes., menegaskan bahwa kunci utama proses pemulihan adalah keberanian untuk mencari bantuan tanpa rasa malu maupun takut akan penghakiman sosial. Ia juga memastikan pihak rumah sakit menjaga kerahasiaan identitas setiap pasien.
Baca juga: RS Fathma Medika Jadi Garda Depan Rehabilitasi Narkoba, Resmi Gandeng BNNP Jatim
“Rencana setelah kami kerjasama adalah menyediakan layanan rawat jalan: konseling, cek kesehatan, tes urine. Privasi kami jaga. Prinsip kami: yang datang ke sini bukan penjahat, tapi orang sakit yang mau sembuh. Tugas kami adalah menyembuhkan,” tegas dr. Titik, Jumat (24/4/2026).
Langkah ini diharapkan dapat mendorong warga Driyorejo dan sekitarnya agar tidak ragu mencari bantuan profesional. Kerja sama bersama Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, juga menjadi upaya membuka akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan ramah bagi masyarakat.
“Kerja sama ini bentuk ikhtiar kami, karena narkoba itu musuh bersama. RS Randegansari ingin hadir lebih dekat untuk warga Driyorejo yang butuh bantuan lepas dari narkoba,” tambahnya.
Melalui layanan rawat jalan yang mengedepankan privasi, RS Randegansari Husada berharap dapat berkontribusi dalam upaya P4GN dengan merangkul dan memulihkan para penyintas tanpa diskriminasi sosial.
